Sumber: Reuters | Editor: Handoyo
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Otoritas bea cukai Amerika Serikat (AS) dilaporkan melakukan inspeksi mendadak (spot inspection) di sejumlah pabrik di Vietnam yang memiliki keterkaitan dengan China. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kepatuhan terhadap aturan asal barang (rules of origin) sebelum produk diekspor ke pasar AS.
Mengutip laporan Bloomberg News pada Senin (27/7/2026), yang mengutip sumber-sumber yang mengetahui masalah tersebut, petugas inspeksi memeriksa berbagai dokumen perusahaan, sumber bahan baku, hingga proses produksi di pabrik-pabrik tersebut.
Pemeriksaan tersebut bertujuan untuk menentukan seberapa besar nilai tambah yang benar-benar dihasilkan di Vietnam sebelum produk dikirim ke Amerika Serikat. Selain itu, petugas juga menelusuri kemungkinan adanya pelanggaran hak kekayaan intelektual terkait perangkat lunak yang digunakan oleh perusahaan-perusahaan tersebut.
Baca Juga: Brasil Gugat Tarif AS ke WTO, Sebut Kebijakan Trump Langgar Aturan Perdagangan
Laporan Bloomberg juga menyebutkan bahwa meskipun sebelumnya muncul kekhawatiran Amerika Serikat akan memperluas dan menaikkan tarif terhadap produk asal Vietnam, hingga saat ini belum terdapat bukti signifikan yang menunjukkan adanya praktik pengiriman ilegal (transshipment) barang-barang asal China melalui Vietnam untuk menghindari tarif sebelum masuk ke pasar AS.
Praktik transshipment menjadi salah satu perhatian utama pemerintah AS dalam beberapa tahun terakhir, terutama di tengah meningkatnya ketegangan perdagangan dengan China. Melalui praktik tersebut, barang dari suatu negara dapat dialihkan melalui negara lain dengan tujuan menghindari tarif impor atau pembatasan perdagangan.
Hingga berita ini ditulis, Reuters belum dapat memverifikasi secara independen laporan tersebut. Sementara itu, U.S. Customs and Border Protection (CBP) belum memberikan tanggapan atas permintaan konfirmasi terkait laporan tersebut.













