kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.709.000   20.000   0,74%
  • USD/IDR 17.818   -194,00   -1,08%
  • IDX 6.008   121,62   2,07%
  • KOMPAS100 794   18,85   2,43%
  • LQ45 597   10,61   1,81%
  • ISSI 206   5,10   2,54%
  • IDX30 339   4,60   1,38%
  • IDXHIDIV20 418   3,54   0,86%
  • IDX80 90   1,96   2,24%
  • IDXV30 113   2,76   2,50%
  • IDXQ30 109   1,12   1,03%

AS: Rusia Melanggar Larangan Senjata Kimia Global di Perang Ukraina


Kamis, 02 Mei 2024 / 07:59 WIB
ILUSTRASI. Pada Rabu (1/5/2024), Amerika Serikat menuduh Rusia melanggar larangan penggunaan senjata kimia internasional pada perang Ukraina. REUTERS/Valentyn Ogirenko


Sumber: Reuters | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

Sanksi tersebut membekukan aset AS milik entitas yang menjadi sasaran dan secara umum melarang warga AS melakukan bisnis dengan mereka.

Secara terpisah, Departemen Keuangan AS menjatuhkan sanksi terhadap tiga entitas dan dua individu yang terlibat dalam pembelian barang-barang untuk lembaga militer Rusia yang terlibat dalam program senjata kimia dan biologi negara tersebut.

Sanksi tersebut merupakan salah satu tindakan baru yang diumumkan oleh Amerika Serikat pada hari Rabu yang menargetkan Rusia atas invasi skala penuhnya ke Ukraina pada tahun 2022.

Tambahan informasi saja, CWC melarang produksi dan penggunaan senjata kimia. Perjanjian ini juga mewajibkan 193 negara yang telah meratifikasi konvensi tersebut, termasuk Rusia dan AS, untuk memusnahkan stok bahan kimia terlarang.

Departemen Luar Negeri diharapkan menyampaikan tekadnya bahwa Rusia telah melanggar CWC kepada OPCW.

Baca Juga: AS Kirim Persenjataan ke Ukraina Untuk Redam Laju Invasi Rusia

Rusia dan Ukraina saling menuduh melanggar perjanjian dalam pertemuan OPCW. Namun organisasi tersebut mengatakan mereka belum diminta secara resmi untuk membuka penyelidikan terhadap penggunaan zat terlarang di Ukraina.

Reuters belum dapat memverifikasi secara independen penggunaan bahan kimia terlarang oleh kedua belah pihak.




TERBARU
Kontan Academy
Langganan Business Insight Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×