kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.629.000   26.000   1,00%
  • USD/IDR 17.947   -95,00   -0,53%
  • IDX 6.351   31,53   0,50%
  • KOMPAS100 835   3,22   0,39%
  • LQ45 634   -1,22   -0,19%
  • ISSI 220   1,96   0,90%
  • IDX30 356   -1,18   -0,33%
  • IDXHIDIV20 435   -3,83   -0,87%
  • IDX80 95   0,21   0,22%
  • IDXV30 120   -0,51   -0,42%
  • IDXQ30 113   -0,52   -0,45%

AS sebut armada militer China unggul dalam segi jumlah, berikut penjelasannya


Rabu, 02 September 2020 / 10:35 WIB
ILUSTRASI. Kendaraan militer China yang membawa rudal balistik anti-kapal DF-21D, yang dikenal sebagai pembunuh kapal induk, melewati Gerbang Tiananmen di Beijing selama parade militer pada tahun 2015.


Sumber: Military.com | Editor: Prihastomo Wahyu Widodo

China juga memiliki lebih dari 1.250 rudal balistik darat (GLBM) dan rudal jelajah darat (GLCM) dengan jangkauan antara 500 sampai 5.500 kilometer. Sementara AS melaporkan saat ini hanya memiliki satu jenis GLBM konvensional dengan jangkauan 70 hingga 300 kilometer saja.

Soal pertahanan udara, China juga dianggap lebih unggul sejak mendapatkan dukungan teknologi baru dari Rusia yang dikombinasikan dengan produk buatan mereka sendiri.

Salah satu keunggulannya adalah sistem pertahanan udara jarak jauh S-400 dan S-300 yang dibuat oleh Rusia. Sistem ini merupakan yang terkuat di dunia.

Baca Juga: Bikin cemas, AS: China dekati kemampuan meluncurkan serangan triad nuklir

Laporan tahunan Departemen Pertahanan dengan judul "Perkembangan Militer dan Keamanan yang Melibatkan Republik Rakyat China" ini berisi 173 halaman dan seluruhnya berfokus pada postur pertahanan China.

Disebutkan pula bahwa China mungkin telah mempertimbangkan pembangunan fasilitas militer di Myanmar, Thailand, Singapura, Indonesia, Pakistan, Sri Lanka, Uni Emirat Arab, Kenya, Seychelles, Tanzania, Angola, dan Tajikistan.

Sebelumnya, Menteri Pertahanan Mark Esper mengakui bahwa anggaran pertahanan terpaksa diturunkan untuk mengimbangi upaya penanganan Covid-19 yang semakin ganas di AS.

Fakta mengenai peningkatan jumlah armada militer China belakangan ini bisa saja merubah kebijkan militer AS untuk beberapa tahun ke depan.

Baca Juga: Ketegangan di Laut China Selatan, Taiwan: Risiko konflik tidak disengaja meningkat




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×