kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.576.000   -5.000   -0,19%
  • USD/IDR 17.913   -79,00   -0,44%
  • IDX 6.037   27,39   0,46%
  • KOMPAS100 777   3,53   0,46%
  • LQ45 595   3,08   0,52%
  • ISSI 210   1,46   0,70%
  • IDX30 331   2,54   0,77%
  • IDXHIDIV20 423   3,72   0,89%
  • IDX80 89   0,46   0,52%
  • IDXV30 115   0,93   0,82%
  • IDXQ30 108   0,61   0,57%

AS Usir Duta Besar Afrika Selatan, Apa Penyebabnya?


Senin, 17 Maret 2025 / 10:02 WIB
ILUSTRASI. Menteri Luar Negeri Marco Rubio mengatakan pada hari Jumat (14/3/2025), Amerika Serikat telah mengusir duta besar Afrika Selatan. REUTERS/Elizabeth Frantz


Sumber: Reuters | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

Hubungan di titik terendah

"Hubungan AS-Afrika Selatan telah mencapai titik terendah," kata Patrick Gaspard, mantan duta besar AS untuk Afrika Selatan. 

Dia menambahkan, "Terlalu banyak yang dipertaruhkan untuk tidak berupaya memperbaiki kemitraan ini."

Rasool memulai masa jabatannya dengan menyerahkan surat kepercayaannya kepada Presiden Joe Biden pada 13 Januari, seminggu sebelum Trump menjabat, menurut situs web kedutaan Afrika Selatan. Dikatakan bahwa ini adalah tugas kedua Rasool di Washington.

Trump telah mengatakan, tanpa mengutip bukti, bahwa "Afrika Selatan menyita tanah" dan bahwa "kelompok orang tertentu" diperlakukan "dengan sangat buruk."

Miliarder kelahiran Afrika Selatan Elon Musk, yang dekat dengan Trump, mengatakan warga kulit putih Afrika Selatan telah menjadi korban undang-undang kepemilikan yang rasis.

Tonton: Respon Usulan Trump, Putin Mengaku Siap Gencata Senjata dengan Ukraina

Presiden Afrika Selatan Cyril Ramaphosa menandatangani undang-undang pada bulan Januari yang bertujuan untuk memudahkan negara mengambil alih tanah demi kepentingan publik, dalam beberapa kasus tanpa memberi kompensasi kepada pemiliknya.

Ramaphosa telah membela kebijakan tersebut dan mengatakan pemerintah tidak menyita tanah apa pun. Kebijakan tersebut ditujukan untuk menyamakan kesenjangan rasial dalam kepemilikan tanah di negara yang mayoritas penduduknya berkulit hitam itu, katanya.




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×