kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.679.000   50.000   1,90%
  • USD/IDR 17.910   -29,00   -0,16%
  • IDX 6.410   65,94   1,04%
  • KOMPAS100 845   12,09   1,45%
  • LQ45 640   9,44   1,50%
  • ISSI 222   2,82   1,29%
  • IDX30 359   5,14   1,45%
  • IDXHIDIV20 438   4,81   1,11%
  • IDX80 96   1,44   1,52%
  • IDXV30 120   0,97   0,81%
  • IDXQ30 114   1,39   1,23%

Awas! Vaksin virus corona palsu beredar, China tangkap pemalsu vaksin


Selasa, 02 Februari 2021 / 11:38 WIB
ILUSTRASI. Para tersangka pemalsu vaksin telah melakukan aksinya setidaknya sejak September tahun lalu.


Sumber: Reuters | Editor: S.S. Kurniawan

KONTAN.CO.ID - SHANGHAI. Polisi China menangkap lebih dari 80 orang dan menyita 3.000 dosis palsu vaksin virus corona sebagai bagian dari kampanye untuk memerangi kejahatan terkait vaksin.

Mengutip kantor berita Xinhua, Reuters melaporkan, para tersangka telah melakukan aksinya setidaknya sejak September tahun lalu. Dan, polisi sudah melacak semua dosis vaksin virus corona palsu.

Menurut laporan Xinhua, proses pembuatan vaksin virus corona palsu dengan memasukkan garam ke dalam dosis. 

Para tersangka mungkin bermaksud mengirim vaksin virus corona ke luar negeri, surat kabar Global Times menyebutkan, mengutip sumber yang dekat dengan produsen vaksin utama China.

Baca Juga: WHO: Jika berisiko lebih rendah, harap tunggu giliran Anda mendapat vaksin corona

Kepolisian China menggelar operasi di banyak tempat, termasuk Kota Beijing dan Shanghai serta Provinsi Shandong, Xinhua menyebutkan.

Negara-negara di seluruh dunia telah meluncurkan program vaksinasi dengan harapan mengakhiri pandemi virus corona selama setahun ke depan.

Sekarang, Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan, vaksin memberi kita kesempatan lain untuk mengendalikan pandemi. "Kita tidak boleh menyia-nyiakannya," tegasnya.

Tetapi untuk saat ini, vaksin adalah sumber daya yang terbatas. "Kita harus menggunakannya seefektif dan seadil yang kita bisa. Jika kita melakukan itu, nyawa akan diselamatkan," ujar dia.

Selanjutnya: WHO sebut Tunisia dan Palestina menjadi penerima pertama program COVAX




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×