kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.413.000   30.000   1,26%
  • USD/IDR 16.702   47,00   0,28%
  • IDX 8.509   -37,16   -0,43%
  • KOMPAS100 1.173   -6,40   -0,54%
  • LQ45 846   -6,27   -0,74%
  • ISSI 301   -0,86   -0,28%
  • IDX30 436   -3,82   -0,87%
  • IDXHIDIV20 504   -3,85   -0,76%
  • IDX80 132   -0,78   -0,59%
  • IDXV30 138   0,50   0,36%
  • IDXQ30 139   -1,24   -0,89%

Baru punya 20.000 kasus corona tapi 122 juta orang Afrika bisa terinfeksi


Sabtu, 18 April 2020 / 01:10 WIB
Baru punya 20.000 kasus corona tapi 122 juta orang Afrika bisa terinfeksi


Reporter: SS. Kurniawan | Editor: S.S. Kurniawan

Namun, sebagian besar Afrika telah menerapkan langkah-langkah menjaga jarak sosial, mulai dari jam malam dan pembatasn perjalanan di beberapa negara hingga penguncian penuh di negara lain.

Cuma, bahkan skenario terbaik UNECA, dengan negara-negara memberlakukan jarak sosial yang intens, Afrika tetap bisa memiliki 122,8 juta infeksi, 2,3 juta orang menjalani rawat inap, dan 300.000 kematian.

Memerangi penyakit ini akan makin rumit seiring fakta: 36% orang Afrika tidak memiliki akses ke fasilitas mencuci rumahtangga, dan benua itu hanya punya 1,8 tempat tidur rumahsakit per 1.000 orang.

Baca Juga: Laporkan 623 infeksi baru, kasus corona di Singapura tembus 5.000

Demografi muda Afrika, hampir 60% dari populasi di bawah usia 25 tahun, harus membantu mencegah virus corona. Di sisi lain, 56% dari populasi perkotaan terkonsentrasi di daerah kumuh yang penuh sesak dan banyak orang juga rentan karena HIV/AIDS, TBC, dan kekurangan gizi.

Afrika mengimpor 94% dari obat-obatannya, UNECA menyebutkan, dengan setidaknya 71 negara telah melarang atau membatasi ekspor pasokan tertentu yang dianggap penting untuk memerangi wabah virus corona.

"Dalam skenario kasus terbaik, butuh dana US$ 44 miliar untuk pengujian virus, peralatan pelindung diri, dan untuk mengobati semua yang membutuhkan rawat inap," sebut UNECA. Tapi, Afrika tidak punya uang sebanyak itu.




TERBARU

[X]
×