kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45670,77   -28,01   -4.01%
  • EMAS926.000 0,22%
  • RD.SAHAM -0.69%
  • RD.CAMPURAN -0.34%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.01%

Boris Johnson kembali menderita kekalahan terkait Brexit di Parlemen Inggris


Selasa, 10 September 2019 / 17:59 WIB
Boris Johnson kembali menderita kekalahan terkait Brexit di Parlemen Inggris
ILUSTRASI. Boris Johnson

Reporter: Ferrika Sari | Editor: Noverius Laoli

Di depan umum, Johnson juga melunakkan nadanya pada bagian yang paling diperdebatkan dari perjanjian Brexit dan telah dijanjikannya untuk dihapuskan yaitu apa yang disebut sebagai jaminan untuk perbatasan Irlandia.

Aturan Backstop adalah kebijakan untuk memastikan agar tidak perlu melakukan pemeriksaan pada barang yang melintasi perbatasan antara Republik Irlandia dan Inggris setelah Brexit. Pada kunjungan ke Dublin, Johnson mengklaim jika Brexit tidak disetujui maka itu menjadi kegagalan sistem tata negara yang akan merusak ekonomi di Inggris dan Irlandia.

Baca Juga: India kehilangan kontak dengan pesawat ruang angkasa sebelum mendarat di Bulan

Dia sebelumnya mengatakan ingin menghapus backstop, sesuatu yang telah ditolak oleh UE berulang kali. Tetapi pada hari Senin, dia mengatakan prioritasnya adalah untuk memastikan Inggris tidak bisa "tetap terkunci" oleh ketentuan. Itu tidak berarti backstop harus dihapuskan.

Tim Johnson kemudian bersikeras tidak ada yang berubah, tetapi perdana menteri mengatakan dia bertekad untuk membuat kesepakatan untuk memungkinkan Inggris meninggalkan Uni Eropa dalam tujuh minggu ke depan.

Parlemen sekarang ditangguhkan selama lima minggu. Politisi termasuk Juru Bicara Parlemen Inggris John Bercow yang mengumumkan bahwa dia mengundurkan diri dan protes atas keputusan Johnson untuk memberlakukan masa penangguhan yang luar biasa panjang selama krisis politik.




TERBARU

Close [X]
×