Sumber: Reuters | Editor: Noverius Laoli
Di kawasan Asia Tenggara, indeks saham Singapura turun hingga 0,8%, melanjutkan pelemahan sehari sebelumnya.
Di sisi lain, ekspor domestik nonmigas Singapura pada Juni melonjak 20,7% dibandingkan periode yang sama tahun lalu, didorong kuatnya permintaan produk elektronik terkait AI, meski ekspor non-elektronik masih menurun.
Pasar Malaysia bergerak lebih stabil dengan indeks saham naik 0,2%.
Baca Juga: Bursa Asia Tinggalkan Rekor Tertinggi, Lonjakan Harga Minyak Picu Kekhawatiran
Data menunjukkan inflasi Malaysia mencapai 1,9% secara tahunan pada Juni, sementara estimasi awal pemerintah memperkirakan ekonomi negara itu tumbuh 5,8% pada kuartal II-2026 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Di pasar valuta asing, baht Thailand dan dolar Taiwan melemah ke level terendah sejak akhir April 2025 terhadap dolar Amerika Serikat.
Berbeda dengan mayoritas mata uang Asia, rupiah justru menguat untuk hari keempat berturut-turut. Nilai tukar rupiah mencapai Rp17.935 per dolar AS, menjadi posisi terkuat dalam dua pekan terakhir.
Pergerakan pasar menunjukkan investor mulai lebih selektif terhadap saham-saham teknologi, terutama sektor semikonduktor, meski permintaan global yang ditopang perkembangan AI masih tetap kuat.
Baca Juga: Bursa Asia Kompak Menguat di Pagi Ini (4/5), Indeks Kospi Cetak Rekor Baru
Fokus pelaku pasar kini bergeser pada prospek pertumbuhan dan kemampuan perusahaan menghasilkan keuntungan dari investasi besar yang sedang dijalankan.













![[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_24062609492500.jpg)
