kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.606.000   -27.000   -1,03%
  • USD/IDR 17.940   -67,00   -0,37%
  • IDX 6.179   71,25   1,17%
  • KOMPAS100 814   12,72   1,59%
  • LQ45 622   13,33   2,19%
  • ISSI 212   0,39   0,18%
  • IDX30 352   8,63   2,51%
  • IDXHIDIV20 439   10,76   2,51%
  • IDX80 93   1,66   1,81%
  • IDXV30 117   0,44   0,38%
  • IDXQ30 114   3,15   2,85%

Bursa Asia Tertekan, Saham Teknologi Taiwan Anjlok Meski Laba TSMC Cetak Rekor


Jumat, 17 Juli 2026 / 13:20 WIB
Bursa Asia Tertekan, Saham Teknologi Taiwan Anjlok Meski Laba TSMC Cetak Rekor
ILUSTRASI. Indeks TAIEX difoto melalui jendela bidik kamera di Bursa Saham Taiwan di Taipei, Taiwan, 21 April 2 (REUTERS/Edgar Su). Bursa saham Asia kembali melemah pada perdagangan Jumat (17/7/2026), dipimpin oleh anjloknya saham-saham teknologi di Taiwan.


Sumber: Reuters | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bursa saham Asia kembali melemah pada perdagangan Jumat (17/7/2026), dipimpin oleh anjloknya saham-saham teknologi di Taiwan setelah investor melakukan aksi ambil untung pada sektor semikonduktor.

Tekanan terjadi meski produsen chip terbesar dunia, Taiwan Semiconductor Manufacturing Co. (TSMC), membukukan laba kuartalan tertinggi sepanjang sejarah.

Indeks MSCI Emerging Markets Asia sempat merosot hingga 2,3%, memperpanjang pelemahan hampir 5% dalam dua hari terakhir. Penurunan terbesar berasal dari Taiwan, yang memiliki bobot sekitar sepertiga dalam indeks tersebut.Indeks saham

Baca Juga: Bursa Asia Melemah, Saham Semikonduktor Tertekan Jelang Laporan Keuangan TSMC

Taiwan yang didominasi emiten semikonduktor anjlok hampir 6% ke level terendah dalam lima pekan.

Saham TSMC sendiri turun lebih dari 5%, sekaligus menjadi level terendah dalam hampir tiga pekan, meski perusahaan melaporkan laba kuartalan yang memecahkan rekor.

Analis menilai hasil keuangan yang kuat belum cukup untuk mempertahankan reli saham teknologi karena ekspektasi investor terhadap sektor kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) sudah sangat tinggi.

"Taiwan merupakan salah satu indikator paling likuid untuk permintaan chip AI. Ketika posisi investor sudah terlalu padat, bahkan hasil yang kuat pun dapat memicu aksi ambil untung jika tidak melampaui ekspektasi secara signifikan," ujar Investment Strategist Global X ETFs Australia, Billy Leung.

Baca Juga: Bursa Asia Disokong Saham AI: Indeks KOSPI dan Taiwan Catat Rekor Tertinggi!

Direktur Riset ACCM, Glenn Yin, mengatakan perhatian investor kini bergeser dari sekadar pertumbuhan laba menuju kemampuan produsen chip menghasilkan keuntungan di tengah meningkatnya belanja modal dan ekspansi global.

Menurutnya, keberhasilan melampaui ekspektasi laba tidak lagi cukup apabila perusahaan tidak memberikan prospek yang lebih kuat untuk membenarkan besarnya investasi tersebut.

Sementara itu, pasar saham Korea Selatan tutup karena hari libur nasional. Namun, indeks KOSPI telah menutup perdagangan Kamis dengan penurunan hampir 9% sepanjang pekan setelah diwarnai gejolak saham produsen chip memori, kenaikan suku bunga pertama dalam lebih dari tiga tahun, serta intervensi regulator terhadap produk reksa dana leverage saham tunggal.

Di kawasan Asia Tenggara, indeks saham Singapura turun hingga 0,8%, melanjutkan pelemahan sehari sebelumnya.

Di sisi lain, ekspor domestik nonmigas Singapura pada Juni melonjak 20,7% dibandingkan periode yang sama tahun lalu, didorong kuatnya permintaan produk elektronik terkait AI, meski ekspor non-elektronik masih menurun.

Pasar Malaysia bergerak lebih stabil dengan indeks saham naik 0,2%.

Baca Juga: Bursa Asia Tinggalkan Rekor Tertinggi, Lonjakan Harga Minyak Picu Kekhawatiran

Data menunjukkan inflasi Malaysia mencapai 1,9% secara tahunan pada Juni, sementara estimasi awal pemerintah memperkirakan ekonomi negara itu tumbuh 5,8% pada kuartal II-2026 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Di pasar valuta asing, baht Thailand dan dolar Taiwan melemah ke level terendah sejak akhir April 2025 terhadap dolar Amerika Serikat.

Berbeda dengan mayoritas mata uang Asia, rupiah justru menguat untuk hari keempat berturut-turut. Nilai tukar rupiah mencapai Rp17.935 per dolar AS, menjadi posisi terkuat dalam dua pekan terakhir.

Pergerakan pasar menunjukkan investor mulai lebih selektif terhadap saham-saham teknologi, terutama sektor semikonduktor, meski permintaan global yang ditopang perkembangan AI masih tetap kuat.

Baca Juga: Bursa Asia Kompak Menguat di Pagi Ini (4/5), Indeks Kospi Cetak Rekor Baru

Fokus pelaku pasar kini bergeser pada prospek pertumbuhan dan kemampuan perusahaan menghasilkan keuntungan dari investasi besar yang sedang dijalankan.




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×