kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.863.000   45.000   1,60%
  • USD/IDR 17.144   14,00   0,08%
  • IDX 7.676   175,76   2,34%
  • KOMPAS100 1.063   25,24   2,43%
  • LQ45 764   17,96   2,41%
  • ISSI 277   5,37   1,98%
  • IDX30 406   7,07   1,77%
  • IDXHIDIV20 492   5,61   1,15%
  • IDX80 119   2,81   2,42%
  • IDXV30 137   1,27   0,94%
  • IDXQ30 130   1,67   1,30%

Bursa Australia Ditutup Naik 2% Rabu (25/3), Dipicu Harapan Gencatan Senjata Timteng


Rabu, 25 Maret 2026 / 14:13 WIB
Bursa Australia Ditutup Naik 2% Rabu (25/3), Dipicu Harapan Gencatan Senjata Timteng
ILUSTRASI. Bursa Asia - Australia (Steven Saphore/AAP Image via Reuters)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Bursa saham Australia ditutup menguat hampir 2% pada Rabu (25/3/2026), didorong oleh data inflasi yang lebih rendah dari perkiraan serta optimisme terkait potensi gencatan senjata di Timur Tengah.

Melansir Reuters, Indeks acuan S&P/ASX 200 naik 1,9% ke level 8.534,30, mencatatkan kenaikan harian terbesar sejak 9 Februari.

Data menunjukkan bahwa harga konsumen tidak berubah pada Februari, sehingga laju inflasi tahunan melandai menjadi 3,7% dari sebelumnya 3,8%.

Baca Juga: SK Hynix Ajukan Pencatatan Saham di AS, Incar Dana Hingga US$ 14 Miliar

Kendati demikian, analis pasar kepala KCM Trade Tim Waterer menilai bahwa pelonggaran inflasi ini kemungkinan hanya bersifat sementara.

Ujian yang lebih besar akan datang pada rilis data berikutnya, mengingat lonjakan biaya energi sejak konflik Iran pecah.

Pasar kini memperkirakan peluang hampir 50% bahwa Bank Sentral Australia (Reserve Bank of Australia/RBA) akan menaikkan suku bunga acuan dari level 4,1% pada pertemuan berikutnya, 5 Mei. Bahkan, suku bunga diperkirakan bisa mencapai 4,75% hingga akhir tahun.

Namun demikian, Waterer menambahkan bahwa peluang kenaikan suku bunga pada Mei bisa berkurang jika harga minyak terus turun, seiring meningkatnya harapan gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran yang berpotensi memulihkan pasokan minyak global.

Harga minyak tercatat turun sekitar 4% pada Rabu.

Baca Juga: Militer Iran Sebut AS Hanya Bernegosiasi dengan Dirinya Sendiri

Di pasar saham, sektor energi justru melemah 2,3%, dengan saham Woodside Energy dan Santos masing-masing turun 3,2% dan 2,3%.

Sebaliknya, saham berbasis emas melonjak 8,2% setelah harga emas naik lebih dari 2%. Saham Northern Star Resources dan Evolution Mining masing-masing ditutup menguat 7% dan 8,5%.

Sektor pertambangan juga menguat 4,6%. Saham Rio Tinto naik 1,6% setelah pemerintah Australia mengumumkan dukungan investasi sebesar A$2 miliar untuk menjaga operasional smelter aluminium Boyne tetap berjalan.

Sektor keuangan ditutup naik 1,3%, dengan tiga dari empat bank terbesar mencatat kenaikan antara 0,6% hingga 1,7%, sementara National Australia Bank bergerak stabil.

Baca Juga: BHP Prediksi Gangguan Energi Berpotensi Hambat Upaya Kurangi Emisi Gas Rumah Kaca

Sementara itu, sektor teknologi, kesehatan, dan properti masing-masing menguat lebih dari 1,4%.

Di Selandia Baru, indeks acuan S&P/NZX 50 ditutup naik 1,8% ke level 12.929,30, mengakhiri tren penurunan selama empat hari berturut-turut.




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×