Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - Bursa saham Australia ditutup menguat hampir 2% pada Rabu (25/3/2026), didorong oleh data inflasi yang lebih rendah dari perkiraan serta optimisme terkait potensi gencatan senjata di Timur Tengah.
Melansir Reuters, Indeks acuan S&P/ASX 200 naik 1,9% ke level 8.534,30, mencatatkan kenaikan harian terbesar sejak 9 Februari.
Data menunjukkan bahwa harga konsumen tidak berubah pada Februari, sehingga laju inflasi tahunan melandai menjadi 3,7% dari sebelumnya 3,8%.
Baca Juga: SK Hynix Ajukan Pencatatan Saham di AS, Incar Dana Hingga US$ 14 Miliar
Kendati demikian, analis pasar kepala KCM Trade Tim Waterer menilai bahwa pelonggaran inflasi ini kemungkinan hanya bersifat sementara.
Ujian yang lebih besar akan datang pada rilis data berikutnya, mengingat lonjakan biaya energi sejak konflik Iran pecah.
Pasar kini memperkirakan peluang hampir 50% bahwa Bank Sentral Australia (Reserve Bank of Australia/RBA) akan menaikkan suku bunga acuan dari level 4,1% pada pertemuan berikutnya, 5 Mei. Bahkan, suku bunga diperkirakan bisa mencapai 4,75% hingga akhir tahun.
Namun demikian, Waterer menambahkan bahwa peluang kenaikan suku bunga pada Mei bisa berkurang jika harga minyak terus turun, seiring meningkatnya harapan gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran yang berpotensi memulihkan pasokan minyak global.
Harga minyak tercatat turun sekitar 4% pada Rabu.
Baca Juga: Militer Iran Sebut AS Hanya Bernegosiasi dengan Dirinya Sendiri
Di pasar saham, sektor energi justru melemah 2,3%, dengan saham Woodside Energy dan Santos masing-masing turun 3,2% dan 2,3%.
Sebaliknya, saham berbasis emas melonjak 8,2% setelah harga emas naik lebih dari 2%. Saham Northern Star Resources dan Evolution Mining masing-masing ditutup menguat 7% dan 8,5%.
Sektor pertambangan juga menguat 4,6%. Saham Rio Tinto naik 1,6% setelah pemerintah Australia mengumumkan dukungan investasi sebesar A$2 miliar untuk menjaga operasional smelter aluminium Boyne tetap berjalan.
Sektor keuangan ditutup naik 1,3%, dengan tiga dari empat bank terbesar mencatat kenaikan antara 0,6% hingga 1,7%, sementara National Australia Bank bergerak stabil.
Baca Juga: BHP Prediksi Gangguan Energi Berpotensi Hambat Upaya Kurangi Emisi Gas Rumah Kaca
Sementara itu, sektor teknologi, kesehatan, dan properti masing-masing menguat lebih dari 1,4%.
Di Selandia Baru, indeks acuan S&P/NZX 50 ditutup naik 1,8% ke level 12.929,30, mengakhiri tren penurunan selama empat hari berturut-turut.













