Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - Bursa saham Korea Selatan ditutup melonjak pada Selasa (10/3/2026) seiring meningkatnya harapan meredanya konflik geopolitik di Timur Tengah setelah Presiden AS Donald Trump mengisyaratkan bahwa perang antara AS dan Israel melawan Iran dapat segera berakhir.
Melansir Reuters, Indeks acuan KOSPI ditutup naik 280,72 poin atau 5,35% ke level 5.532,59, setelah pada sesi sebelumnya anjlok sekitar 6%.
Selama perdagangan, indeks sempat melonjak hingga 6,55% sehingga memicu mekanisme pembatasan perdagangan “sidecar” yang menghentikan transaksi program selama lima menit.
Baca Juga: Qantas Naikkan Tarif Penerbangan Internasional Imbas Lonjakan Harga Bahan Bakar
Sentimen positif juga datang dari Wall Street yang ditutup menguat pada perdagangan Senin, setelah Trump menyatakan konflik tersebut telah berkembang “jauh lebih cepat” dari perkiraan awalnya yang mencapai empat hingga lima minggu.
Pemerintah Korea Selatan juga menyatakan tengah mempertimbangkan penyusunan anggaran tambahan untuk memberikan dukungan kepada masyarakat berpendapatan rendah yang terdampak lonjakan harga minyak akibat krisis Timur Tengah.
Menteri Keuangan Korea Selatan Koo Yun-cheol mengatakan otoritas valuta asing siap merespons volatilitas di pasar mata uang jika diperlukan. Bank sentral juga akan menangani potensi ketidakstabilan di pasar obligasi.
Komentar pemerintah tersebut turut membantu meredakan kekhawatiran pasar. “Pernyataan pemerintah juga membantu menopang indeks dengan menenangkan kecemasan pasar,” kata analis Daishin Securities Lee Kyoung-min.
Dari sisi saham, perusahaan semikonduktor memimpin penguatan. Saham Samsung Electronics naik 8,30%, sementara SK Hynix melonjak 12,20%. Produsen baterai LG Energy Solution turut menguat 2,09%.
Baca Juga: Bursa Jepang Rebound, Nikkei Ditutup Naik 2,88% di Tengah Upaya Redam Gejolak Minyak
Dari total 927 saham yang diperdagangkan, sebanyak 756 saham menguat dan 147 saham melemah.
Investor asing tercatat sebagai pembeli bersih saham senilai 1,1 triliun won atau sekitar US$748,8 juta.
Di pasar valuta asing, won Korea diperdagangkan di level 1.469,3 per dolar AS, menguat sekitar 0,3% dibandingkan penutupan Senin di 1.473,7 per dolar.
Sementara itu, di pasar obligasi, imbal hasil obligasi pemerintah Korea Selatan tenor tiga tahun turun 12,7 basis poin menjadi 3,282%. Yield obligasi acuan tenor 10 tahun juga turun 11,8 basis poin ke level 3,623%.












