Sumber: Business Times | Editor: Noverius Laoli
KONTAN.CO.ID - SINGAPURA. CEO DBS Group, Tan Su Shan, mengingatkan investor untuk bersiap menghadapi volatilitas pasar pada 2026. Menurutnya, dinamika pasar ke depan akan semakin tidak menentu, meski kinerja pendapatan bank diperkirakan tetap solid.
“Januari terasa seperti satu tahun yang dipadatkan dalam sebulan. Volatilitas kini menjadi sesuatu yang harus dibiasakan,” ujar Tan saat paparan kinerja kuartal IV 2025 DBS, Senin (9/2/2026).
Meski begitu, Tan optimistis DBS tetap diuntungkan oleh meningkatnya kebutuhan nasabah terhadap institusi keuangan yang aman. Ia menegaskan posisi DBS sebagai bank yang stabil, berorientasi jangka panjang, dan adaptif terhadap masa depan.
Untuk 2026, Tan memproyeksikan total pendapatan DBS berada di level yang relatif sama dengan 2025. Namun, laba bersih diperkirakan sedikit lebih rendah.
Baca Juga: Bursa Global Waspada Jelang Keputusan The Fed, Investor Siap Hadapi Volatilitas
Penurunan suku bunga dan penguatan dolar Singapura diprediksi menekan pendapatan bunga bersih, meski dampaknya akan diimbangi oleh pertumbuhan kuat dana pihak ketiga dan volume bisnis.
Pendapatan nonbunga dari segmen komersial diproyeksikan tumbuh satu digit tinggi, dengan bisnis wealth management menjadi motor utama melalui pertumbuhan belasan persen.
Sementara itu, rasio biaya terhadap pendapatan diperkirakan berada di kisaran rendah 40%, dengan pencadangan spesifik sekitar 17–20 basis poin dari total kredit.
Pada kuartal IV 2025, DBS mencatat laba bersih sebesar S$2,26 miliar, turun 10% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar S$2,52 miliar.
Angka ini meleset dari konsensus analis Bloomberg yang memperkirakan laba S$2,59 miliar. Jika tidak memasukkan alokasi S$100 juta untuk komitmen tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), laba bersih kuartal IV seharusnya mencapai S$2,36 miliar.
Pendapatan bunga bersih grup turun 4% menjadi S$3,59 miliar akibat penyusutan margin bunga bersih sebesar 22 basis poin ke level 1,93%. Namun, tekanan tersebut tertahan oleh strategi lindung nilai neraca dan pertumbuhan dana pihak ketiga yang kuat.
Baca Juga: Bursa Global Naik Jelang Pertemuan Dagang Trump - Xi, Investor Waspadai Pola Berulang
Total simpanan naik 3% secara kuartalan menjadi S$610 miliar, sementara kredit tumbuh 2% menjadi S$451 miliar. Kelebihan dana kemudian dialokasikan ke aset likuid berkualitas tinggi.
Pendapatan nonbunga berbasis nasabah meningkat 13% menjadi S$1,58 miliar. Pendapatan berbasis biaya naik 12% menjadi S$1,38 miliar, didorong lonjakan 24% dari bisnis wealth management.
DBS juga mencatat arus dana baru bersih sebesar S$12 miliar pada kuartal IV, sehingga total dana kelolaan sepanjang 2025 mencapai S$488 miliar.
Secara tahunan, laba bersih DBS turun 3% menjadi S$10,93 miliar, dipengaruhi kenaikan beban pajak setelah penerapan pajak minimum global sebesar 15%.
Tanpa alokasi CSR, laba setahun penuh mencapai S$11,03 miliar, masih di bawah estimasi konsensus S$11,27 miliar. Return on equity 2025 tercatat 16,2%, turun dari 18% pada 2024.
Meski menghadapi tekanan suku bunga, nilai tukar, dan pajak, Tan menilai kinerja volume bisnis justru menunjukkan pertumbuhan struktural yang kuat.
Sepanjang 2025, pertumbuhan simpanan mencapai S$64 miliar, tertinggi sepanjang sejarah DBS, sementara dana baru bersih menyentuh rekor S$39 miliar.
Baca Juga: Harga Emas Diproyeksi US$ 5.400: Investor Siap Raup Cuan Gila?
Dari sisi kualitas aset, rasio kredit bermasalah (NPL) pada kuartal IV berada di level 1%, membaik dibandingkan 1,1% setahun sebelumnya.
Namun, pencadangan spesifik meningkat menjadi 36 basis poin setelah DBS menurunkan kualitas kredit eksposur properti di Hong Kong secara konservatif. Manajemen menegaskan cadangan umum bank tetap memadai untuk menutup risiko tersebut.
Untuk pemegang saham, DBS membagikan dividen total S$0,81 per saham pada kuartal IV, terdiri dari dividen reguler S$0,66 dan dividen pengembalian modal S$0,15.
Sepanjang 2025, total dividen meningkat 38% menjadi S$3,06 per saham.
Baca Juga: Bank DBS dan Mandiri Investasi Tawarkan ETF Gold, Cara Baru Investasi Emas
DBS berencana melanjutkan dividen pengembalian modal sebesar S$0,15 per saham per kuartal hingga 2027, dengan catatan tidak ada kondisi luar biasa. Saham DBS ditutup melemah 1,9% ke level S$58,19 pada perdagangan Senin.













