kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.774.000   -25.000   -0,89%
  • USD/IDR 17.847   -12,00   -0,07%
  • IDX 6.195   68,05   1,11%
  • KOMPAS100 824   16,97   2,10%
  • LQ45 619   8,11   1,33%
  • ISSI 215   -1,05   -0,49%
  • IDX30 350   2,03   0,58%
  • IDXHIDIV20 428   1,77   0,41%
  • IDX80 94   1,01   1,10%
  • IDXV30 118   -0,67   -0,56%
  • IDXQ30 112   0,74   0,66%

CEO JPMorgan Jamie Dimon Peringatkan Risiko Koreksi Besar di Pasar Saham AS


Kamis, 09 Oktober 2025 / 15:37 WIB
CEO JPMorgan Jamie Dimon Peringatkan Risiko Koreksi Besar di Pasar Saham AS
ILUSTRASI. CEO JPMorgan Chase, Jamie Dimon, memperingatkan adanya risiko tinggi terjadinya koreksi signifikan di pasar saham Amerika. REUTERS/Brian Snyder/File Photo


Sumber: Reuters | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. CEO JPMorgan Chase, Jamie Dimon, memperingatkan adanya risiko tinggi terjadinya koreksi signifikan di pasar saham Amerika Serikat dalam enam bulan hingga dua tahun mendatang.

Peringatan ini disampaikan dalam wawancara eksklusif dengan BBC, di tengah kekhawatiran meningkatnya ketidakpastian global.

“Saya jauh lebih khawatir soal hal itu dibandingkan kebanyakan orang,” kata Dimon. Ia menyoroti sejumlah faktor yang menciptakan atmosfer ketidakpastian, mulai dari ketegangan geopolitik, pengeluaran fiskal pemerintah, hingga remiliterisasi global yang sedang berlangsung di berbagai kawasan.

Baca Juga: CEO JPMorgan: The Fed Sulit Pangkas Suku Bunga Jika Inflasi AS Tak Turun!

“Semua hal ini menimbulkan banyak persoalan yang belum kita tahu bagaimana menjawabnya,” ujar Dimon, seraya menambahkan bahwa pasar saham AS kini menghadapi risiko meningkat akibat potensi overheating.

Kekhawatiran terhadap Inflasi dan Stabilitas Kebijakan Moneter

Meski begitu, Dimon menyatakan hanya memiliki kekhawatiran ringan terhadap inflasi, dan tetap percaya pada independensi Federal Reserve (The Fed) dalam menjaga stabilitas moneter.

Ia juga menanggapi kritik dari pemerintahan Presiden Donald Trump terhadap Ketua The Fed Jerome Powell, dengan menegaskan pentingnya menjaga otonomi lembaga tersebut.

Baca Juga: JPMorgan Kaget! Biaya Visa H-1B AS Tembus Rp1,5 Miliar

“Fed harus tetap bertindak berdasarkan data dan kebijakan jangka panjang, bukan tekanan politik,” tegas Dimon.

Ketidakpastian Ekonomi AS Masih Tinggi

Peringatan ini bukan yang pertama kali disampaikan Dimon. Pada bulan sebelumnya, ia juga telah mengingatkan bahwa dampak penuh dari tarif impor, kebijakan imigrasi, dinamika geopolitik, serta kebijakan pajak dan belanja Presiden Trump masih belum sepenuhnya terlihat karena bersifat siklus jangka panjang.

Menurut Dimon, kombinasi faktor-faktor tersebut dapat menciptakan tekanan baru terhadap ekonomi dan pasar keuangan Amerika Serikat, terutama jika investor mulai kehilangan kepercayaan terhadap arah kebijakan fiskal dan moneter pemerintah.


Tag


TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×