kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.725.000   80.000   3,02%
  • USD/IDR 17.783   -84,00   -0,47%
  • IDX 6.472   78,20   1,22%
  • KOMPAS100 838   12,71   1,54%
  • LQ45 636   8,25   1,31%
  • ISSI 228   3,10   1,38%
  • IDX30 354   3,37   0,96%
  • IDXHIDIV20 430   2,79   0,65%
  • IDX80 96   1,41   1,49%
  • IDXV30 120   0,40   0,34%
  • IDXQ30 112   0,93   0,84%

Chery Siapkan IPO Divisi Robot, Bidik Pasar Luar Negeri untuk Robot Polisi


Kamis, 20 Agustus 2026 / 10:39 WIB
Chery Siapkan IPO Divisi Robot, Bidik Pasar Luar Negeri untuk Robot Polisi
ILUSTRASI. Divisi robotika Chery Automobile, produsen otomotif eksportir kendaraan terbesar China, tengah mempersiapkan penawaran umum perdana saham (Oriental Image via Reuters/Li Changwei)


Sumber: Reuters | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID – BEIJING. Divisi robotika Chery Automobile, produsen otomotif yang menjadi eksportir kendaraan terbesar China, tengah mempersiapkan penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO) untuk mendukung ekspansi bisnis dan investasi teknologi di masa mendatang.

AiMOGA Robotics, unit robotika Chery, saat ini tengah membahas sejumlah opsi lokasi pencatatan saham. Perusahaan juga menargetkan peningkatan signifikan pengiriman robot humanoid pada tahun depan di tengah persaingan industri robotika China yang semakin ketat.

Kepala AiMOGA Robotics sekaligus Presiden Chery International Zhang Guibing mengatakan, perusahaan sedang melakukan berbagai persiapan untuk merealisasikan rencana IPO tersebut.

"Kami sedang melakukan persiapan yang diperlukan saat ini dan tengah berdiskusi dengan beberapa lokasi untuk IPO," kata Zhang kepada Reuters di sela-sela World Robot Conference di Beijing, Rabu (19/8/2026).

Menurut dia, pencatatan saham di bursa dapat memberikan sumber pendanaan untuk investasi teknologi di masa depan. Selain itu, IPO dinilai dapat memperkuat tata kelola, transparansi, serta standar operasional perusahaan.

Baca Juga: Adik Kim Jong-un Bantah Klaim Ukraina soal Rencana Kirim 50.000 Tentara ke Rusia

Reuters melaporkan rencana IPO AiMOGA tersebut untuk pertama kalinya. Namun, Zhang belum memberikan informasi mengenai waktu maupun lokasi pencatatan saham yang berpotensi dipilih perusahaan.

Langkah tersebut bukan hal yang asing bagi Chery. Sejumlah anak usaha dan perusahaan afiliasinya juga telah tercatat di bursa. Pemasok suku cadang otomotif Bethel Automotive tercatat di Bursa Shanghai pada 2018, sedangkan perusahaan robotika dan otomasi Efort melantai di Shanghai STAR Market pada 2020.

Industri Robot China Makin Kompetitif

Rencana IPO AiMOGA muncul ketika minat investor terhadap industri robotika China terus meningkat. Unitree, salah satu produsen robot humanoid yang paling dikenal di China, mencatat lonjakan hampir enam kali lipat pada debut perdagangannya di Shanghai pada Rabu.

Startup Lumos Robotics juga mengatakan kepada Reuters bahwa perusahaan sedang mempertimbangkan untuk melakukan pencatatan saham pada tahun depan.

Industri robotika China kini menjadi salah satu medan persaingan baru dalam rivalitas teknologi antara China dan Amerika Serikat. Sejumlah produsen otomotif dan perusahaan teknologi mulai menggelontorkan investasi ke sektor ini dengan mengandalkan kemajuan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) serta sistem otonom.

Perusahaan-perusahaan robotika juga berlomba menemukan aplikasi komersial robot humanoid di luar lingkungan pabrik. Penggunaannya mulai diarahkan ke sektor ritel, layanan pelanggan, hingga kepolisian dan keselamatan publik.

AiMOGA sendiri diinkubasi oleh Chery pada Januari 2025. Hingga saat ini, perusahaan telah mengirimkan lebih dari 3.000 robot ke berbagai negara, dengan sekitar 2.000 unit di antaranya dikirim ke pasar luar negeri.

AiMOGA juga telah beroperasi di lebih dari 60 negara dan wilayah. Perusahaan menargetkan pengiriman sebanyak 10.000 robot secara global pada tahun depan.

Baca Juga: Impor Jepang Cetak Rekor, Harga Minyak Dorong Tekanan Inflasi

Zhang mengatakan AiMOGA pada akhirnya ingin masuk jajaran perusahaan robotika terkemuka dunia.

"Kami ingin menjadi salah satu perusahaan robotika terbaik di dunia," ujarnya.

Robot Polisi Jadi Salah Satu Fokus

Salah satu pengembangan terbaru AiMOGA adalah robot humanoid untuk kepolisian. Awal tahun ini, perusahaan memperkenalkan robot polisi humanoid dan telah mengerahkan sekitar 110 unit di sejumlah kota di China.

Robot tersebut digunakan untuk membantu pengaturan lalu lintas, mengarahkan kerumunan, serta mendukung kampanye kesadaran mengenai keselamatan publik.

Menurut Zhang, manajemen lalu lintas menjadi salah satu aplikasi yang menjanjikan setelah perusahaan melihat kondisi kerja polisi lalu lintas yang cukup berat. Mereka harus bekerja dalam kondisi cuaca ekstrem, menghadapi polusi udara dari emisi kendaraan, serta memiliki risiko kecelakaan yang lebih tinggi.

Robot dinilai dapat membantu mengatasi kekurangan tenaga kerja untuk pekerjaan semacam itu. Kebutuhan terhadap teknologi tersebut bahkan dinilai berpotensi lebih besar di pasar luar negeri, khususnya kawasan dengan kondisi cuaca yang menantang seperti Timur Tengah dan Asia Tenggara.

"Robot dapat membantu mengatasi kekurangan tenaga kerja dalam pekerjaan seperti ini. Kebutuhannya bahkan bisa lebih besar di luar negeri, terutama di wilayah seperti Timur Tengah dan Asia Tenggara, di mana suhu tinggi dan curah hujan yang besar membuat pekerjaan tersebut menjadi lebih sulit," kata Zhang.

AiMOGA sebelumnya mengembangkan robot humanoid berkaki dua yang pertama kali digunakan di jaringan dealer Chery. Perusahaan kemudian memperluas penggunaannya ke berbagai layanan publik.

Ekspansi Global

Perkembangan industri robotika China dinilai memiliki kemiripan dengan industri kendaraan listrik beberapa tahun lalu. Banyak perusahaan baru bermunculan dalam waktu singkat dan langsung berhadapan dalam persaingan yang ketat.

Zhang memperkirakan konsolidasi industri akan terjadi seiring waktu dan dapat memperkuat basis teknologi sektor robotika. Namun, ia memperingatkan bahwa persaingan, khususnya dari sisi biaya, akan semakin sengit.

Baca Juga: Lalu Lintas Pelayaran di Selat Hormuz Masih Sepi di Tengah Kebuntuan AS-Iran

"Persaingan, terutama dalam hal biaya, kemungkinan akan sangat ketat," ujarnya.

Untuk mengurangi ketergantungan terhadap pasar domestik, AiMOGA juga mulai memperluas bisnis ke luar negeri. Robot layanan dan robot pendamping menjadi produk yang diprioritaskan dalam tahap awal ekspansi internasional.

Ketika ditanya mengenai kemungkinan ekspansi ke Amerika Serikat, Zhang mengatakan perusahaan memiliki ambisi untuk melayani pasar global. Namun, ekspansi ke negara tersebut harus menyesuaikan dengan regulasi lokal dan kebutuhan konsumen.

"Ambisi perusahaan adalah melayani pasar global, tetapi ekspansi tersebut memerlukan penyesuaian terhadap berbagai regulasi lokal dan kebutuhan pelanggan," kata Zhang.

Sebelumnya pada Mei lalu, Chery menyatakan tengah mempertimbangkan untuk memasuki pasar Amerika Serikat pada waktu yang tepat.

Sebagai eksportir kendaraan terbesar China dalam beberapa tahun terakhir, Chery menjadi salah satu produsen otomotif China yang mulai serius berinvestasi di sektor robot humanoid. Langkah tersebut didorong keyakinan bahwa perkembangan AI dan sistem otonom dapat mempercepat komersialisasi robot layanan.

Meski demikian, Zhang memperkirakan industri robot humanoid masih membutuhkan waktu sebelum dapat memasuki fase adopsi massal.

"Robot humanoid mungkin membutuhkan waktu sekitar satu dekade untuk mencapai tingkat kematangan sebelum dapat diadopsi secara luas dengan cepat," kata Zhang.




TERBARU

[X]
×