kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45920,31   -15,20   -1.62%
  • EMAS1.347.000 0,00%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

China bakal pangkas penggunaan batu bara, ini alasannya


Jumat, 23 April 2021 / 07:29 WIB
China bakal pangkas penggunaan batu bara, ini alasannya
ILUSTRASI. Presiden China Xi Jinping pada Kamis (22/4/2021) berjanji untuk membatasi proyek-proyek pembangkit listrik dengan tenaga batu bara. REUTERS/Carlos Garcia Rawlins


Sumber: The Straits Times | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - BEIJING. Presiden China Xi Jinping pada Kamis (22/4/2021) berjanji untuk membatasi proyek-proyek pembangkit listrik dengan tenaga batu bara yang sangat berpolusi, dan mulai mengurangi ketergantungan pada sumber energi ini dalam lima tahun.

Melansir Straits Times, Xi Jinping juga menegaskan kembali rencana China untuk emisi karbon puncak sebelum tahun 2030 dan untuk mencapai status nol bersih pada tahun 2060.

Saat menghadiri KTT virtual yang khusus membahas perubahan iklim yang digagas oleh Presiden Amerika Serikat Joe Biden, Xi Jinping hanya mengulangi tujuan sebelumnya yang telah ditetapkan China, meskipun ada ekspektasi pengumuman kebijakan perubahan iklim baru.

“Kita harus berkomitmen untuk pembangunan hijau. Pegunungan hijau adalah gunung emas, melindungi lingkungan berarti melindungi produktivitas,” kata Xi Jinping seperti yang dilansir Straits Times.

Baca Juga: Inilah pesan Xi Jinping kepada dunia soal pandemi Covid-19

KTT tersebut dihadiri 40 kepala negara termasuk Presiden Rusia Vladimir Putin dan Perdana Menteri Inggris Boris Johnson.

Acara virtual dua hari itu juga menghadirkan para eksekutif perusahaan, ketua serikat, Paus Francis dan pendiri Microsoft, Bill Gates.

Xi Jinping berjanji untuk mengurangi konsumsi batu bara antara tahun 2026 dan 2030.

Regulator energi negara itu sebelumnya mengatakan akan menargetkan pengurangan pangsa batubara dalam total bauran energinya menjadi kurang dari 56% tahun ini.

Baca Juga: Xi Jinping: Dunia menginginkan keadilan, bukan hegemoni

China dan AS adalah dua penyumbang emisi karbon terbesar di dunia.

“Kami perlu memberikan pengakuan penuh atas kontribusi negara-negara berkembang terhadap aksi iklim dan mengakomodasi kesulitan dan perhatian khusus mereka,” kata Xi Jinping.

“Negara maju perlu meningkatkan ambisi dan tindakan iklim serta melakukan upaya konkret untuk membantu negara berkembang mempercepat transisi menuju pembangunan hijau dan rendah karbon,” tambahnya.

Baca Juga: Skala persenjataan militer China & Rusia memang mengerikan, bagaimana saat bertempur?

Dalam konferensi pers larut malam setelah pidato Xi, Wakil Menteri Luar Negeri China Ma Zhaoxu, mengatakan partisipasi Xi Jinping dalam KTT tersebut menunjukkan pentingnya China untuk terlibat dalam kebijakan perubahan iklim, serta rasa tanggung jawab negara sebagai negara utama dalam tata kelola lingkungan.

"Jangka waktu komitmen China untuk beralih dari puncak karbon ke netralitas karbon jauh lebih pendek daripada yang dibutuhkan negara-negara maju, (tetapi) China akan melakukan upaya yang luar biasa keras," kata Ma.

Dia menambahkan bahwa China sekarang membuat rencana aksi dan mengambil tindakan untuk mencapai puncak emisi karbonnya.

"China akan secara ketat mengontrol proyek pembangkit listrik tenaga batu bara, dan secara ketat membatasi peningkatan konsumsi batu bara selama periode Rencana Lima Tahun ke-14 dan menghentikannya secara bertahap dalam periode Rencana Lima Tahun ke-15," katanya.

Selanjutnya: Xi Jinping: China siap kerjasama dengan Korea Utara pelihara perdamaian Semenanjung




TERBARU

[X]
×