kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.940.000   20.000   0,68%
  • USD/IDR 16.823   -77,00   -0,46%
  • IDX 7.997   61,42   0,77%
  • KOMPAS100 1.128   10,69   0,96%
  • LQ45 818   2,81   0,34%
  • ISSI 283   4,91   1,77%
  • IDX30 425   -1,04   -0,24%
  • IDXHIDIV20 511   -3,53   -0,69%
  • IDX80 126   0,93   0,74%
  • IDXV30 139   -0,14   -0,10%
  • IDXQ30 138   -0,76   -0,55%

China disebut bangun 110 silo rudal, Pentagon cemas


Rabu, 28 Juli 2021 / 16:29 WIB
China disebut bangun 110 silo rudal, Pentagon cemas


Sumber: Reuters | Editor: Prihastomo Wahyu Widodo

KONTAN.CO.ID - WASHINGTON. Departemen Pertahanan AS alias Pentagon kembali menyampaikan kekhawatirannya pada manuver China, yang kini dikabarkan telah memiliki 110 silo rudal balistik.

Laporan mengenai ratusan rudal silo China ini pertama kali muncul pada hari Senin (26/7) dari Federasi Ilmuwan Amerika (AFS). Melalui gambar satelit yang dirilis, AFS menunjukkan China sedang membangun ladang silo baru di dekat Hami di bagian timur Xinjiang.

Pada hari Selasa (27/7), Pentagon dan para anggota Kongres dari Partai Republik mulai menegaskan kebenaran laporan tersebut.

Beberapa minggu sebelum ini, laporan serupa menunjukkan adanya pembangunan sekitar 120 silo rudal di Yumen, daerah gurun di tenggara China.

"Ini adalah kedua kalinya dalam dua bulan publik menemukan apa yang telah kami katakan selama ini tentang meningkatnya ancaman yang dihadapi dunia dan tabir kerahasiaan yang mengelilinginya," ungkap Komando Strategis AS melalui Twitter resminya, seperti dikutip Reuters.

Baca Juga: Jumlah hulu ledak nuklir dunia mencapai 13.130, ini negara pemiliknya

Awal bulan ini, Departemen Luar Negeri AS menyebut pembangunan nuklir China mengkhawatirkan dan mengatakan tampaknya China mulai menyimpang dari aturan nuklir yang telah disepakati secara global.

Sebuah laporan Pentagon di tahun 2020 memperkirakan persediaan hulu ledak nuklir China ada di angka 200-an. Namun Pentagon yakin bahwa jumlahnya akan meningkat seiring pesatnya perkembangan militer China.

Di sisi lain, AS disebut telah memiliki hingga 3.800 hulu ledak nuklir, dan menurut lembar fakta Departemen Luar Negeri, 1.357 di antaranya dikerahkan pada 1 Maret.

Rajinnya China membangun persenjataan nuklir ini membuat AS kerap mengajaknya untuk bergabung dalam perjanjian kontrol senjata baru (New START) bersama Rusia.

Namun, China tidak menanggapi ajakan tersebut.

Selanjutnya: AS: Peningkatan kekuatan militer China mulai mengkhawatirkan




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×