kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.632.000   22.000   0,84%
  • USD/IDR 17.880   -62,00   -0,35%
  • IDX 6.340   108,24   1,74%
  • KOMPAS100 839   16,49   2,00%
  • LQ45 637   8,89   1,42%
  • ISSI 218   3,63   1,69%
  • IDX30 358   3,90   1,10%
  • IDXHIDIV20 444   3,51   0,80%
  • IDX80 96   1,59   1,69%
  • IDXV30 119   0,82   0,69%
  • IDXQ30 115   1,03   0,91%

IEA Siap Lepas Cadangan Minyak Tambahan, Krisis Energi Dinilai Lebih Parah dari 1970


Senin, 23 Maret 2026 / 10:58 WIB
IEA Siap Lepas Cadangan Minyak Tambahan, Krisis Energi Dinilai Lebih Parah dari 1970
ILUSTRASI. Direktur Eksekutif IEA, Fatih Birol (REUTERS/Dilara Senkaya)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - International Energy Agency menyatakan tengah berdiskusi dengan pemerintah di Asia dan Eropa terkait kemungkinan pelepasan tambahan cadangan minyak strategis, menyusul eskalasi perang Iran yang mengguncang pasar energi global.

Direktur Eksekutif IEA Fatih Birol mengatakan, langkah tersebut akan diambil jika kondisi pasar mengharuskannya.

“Jika diperlukan, tentu kami akan melakukannya. Kami akan melihat kondisi, menganalisis pasar, dan berdiskusi dengan negara anggota,” ujar Birol dalam pernyataannya di National Press Club, Canberra, Senin (23/3), saat memulai tur globalnya.

Baca Juga: Indeks KOSPI Korea Selatan Anjlok 5% Senin (23/3), Won Tembus Level Terendah 17 Tahun

Sebelumnya, pada 11 Maret, negara anggota IEA telah sepakat melepas rekor 400 juta barel minyak dari cadangan strategis untuk meredam lonjakan harga minyak global. Jumlah ini setara sekitar 20% dari total cadangan.

Namun, Birol menegaskan tidak ada level harga minyak tertentu yang menjadi pemicu otomatis untuk pelepasan tambahan.

“Pelepasan cadangan dapat menenangkan pasar, tetapi ini bukan solusi. Ini hanya membantu mengurangi tekanan terhadap ekonomi,” katanya.

Ia menilai, krisis energi saat ini sangat serius, bahkan lebih buruk dibanding dua krisis minyak pada 1970-an serta dampak perang Rusia-Ukraina jika digabungkan.

Menurutnya, perang di Iran telah mengurangi pasokan minyak global hingga 11 juta barel per hari, lebih besar dibandingkan dua krisis minyak sebelumnya secara gabungan.

Birol menekankan bahwa solusi paling penting adalah membuka kembali Selat Hormuz, jalur vital yang dilalui sebagian besar pasokan minyak dunia.

“Kedalaman masalah ini belum sepenuhnya dipahami oleh para pengambil kebijakan global,” ujarnya.

Baca Juga: Bursa China dan Hong Kong Tertekan Senin (23/3), Terguncang oleh Eskalasi Perang Iran

Ia juga menyebut kawasan Asia-Pasifik berada di garis depan krisis energi karena ketergantungan tinggi terhadap impor minyak serta komoditas penting lain seperti pupuk dan helium yang melewati Selat Hormuz.

Selain pelepasan cadangan minyak, IEA juga mendorong langkah efisiensi energi seperti pembatasan kecepatan kendaraan dan penerapan kerja dari rumah (WFH), yang terbukti mampu menekan konsumsi energi di Eropa pada 2022.

Namun, implementasinya akan bergantung pada kebijakan masing-masing negara.


Analisis Untukmu

Berita ini artinya apa buat kamu?

Tag


TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×