Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - Bank sentral China (People’s Bank of China/PBOC) pada Jumat (23/1/2026) menaikkan panduan resmi nilai tukar yuan ke level yang lebih kuat dari ambang psikologis 7 yuan per dolar AS.
Ini menjadi pertama kalinya sejak Mei 2023 yuan dipatok di bawah level tersebut.
Sebelum pasar dibuka, PBOC menetapkan nilai tengah (midpoint) yuan di level 6,9929 per dolar AS, yang merupakan posisi terkuat sejak 17 Mei 2023.
Baca Juga: Kilau Emas Makin Menyilaukan, Perak dan Platinum Kembali Cetak Rekor Harga Tertinggi
Pelaku pasar selama ini mencermati apakah bank sentral akan mengizinkan nilai tengah resmi berada di bawah level kunci 7 per dolar AS.
Langkah tersebut dipandang sebagai sinyal atau “lampu hijau” dari otoritas moneter bagi penguatan yuan lebih lanjut.
Meski demikian, di balik panduan yang lebih kuat tersebut, bank sentral China masih mempertahankan pola penetapan nilai tengah yang lebih lemah dibandingkan ekspektasi pasar. Pola ini telah berlangsung sejak November lalu.
Pada perdagangan Jumat, nilai tengah resmi yuan tercatat 448 poin (pips) lebih lemah dibandingkan estimasi Reuters yang berada di level 6,9481 per dolar AS. Selisih ini menjadi deviasi terlebar ke sisi lemah sejak data serupa mulai tersedia pada 2022.
Baca Juga: Utang Pemerintah Global: Ini 10 Negara Paling Tercekik Beban Terbesar
Langkah PBOC ini menunjukkan upaya menjaga keseimbangan antara stabilitas nilai tukar dan fleksibilitas pasar, di tengah dinamika ekonomi global serta pergerakan dolar AS yang masih bergejolak.












