Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - China kembali membuka pasar futures komoditasnya bagi investor asing.
Otoritas regulator sekuritas China menyatakan investor luar negeri kini dapat memperdagangkan tambahan 14 produk futures dan opsi, yang untuk pertama kalinya memberikan akses ke dua bursa komoditas utama di negara tersebut.
Dalam pernyataannya pada Jumat (23/1/2026), regulator menyebut kontrak nikel di Shanghai Futures Exchange serta kontrak lithium karbonat di Guangzhou Futures Exchange termasuk instrumen yang kini terbuka bagi investor asing. Sebelumnya, kedua bursa tersebut tertutup bagi partisipasi luar negeri.
Baca Juga: Uni Eropa Resmi Sahkan Larangan Impor Gas Rusia Berlaku Penuh Mulai 2027
Produk lain yang dibuka mencakup kontrak petrokimia di Zhengzhou Commodity Exchange, serta tiga opsi energi dan logam yang tercatat di Shanghai International Energy Exchange.
China, sebagai konsumen terbesar dunia untuk sebagian besar komoditas, telah lama mendorong internasionalisasi yuan dan memperluas pengaruhnya di pasar keuangan global.
Namun, selama ini banyak bursa dan penetapan harga acuan komoditas utama masih didominasi pasar luar negeri.
Shanghai Futures Exchange, khususnya, telah lama berupaya memperluas kontrak yang dapat diakses secara internasional guna meningkatkan perannya di pasar global dan menantang dominasi harga acuan asing.
Sumber industri juga menyebut China berencana meluncurkan kontrak futures gas alam cair (LNG) berdenominasi yuan dan tercatat di dalam negeri, yang berpotensi ditawarkan mulai bulan depan.
Baca Juga: Samsung Mulai Produksi Chip Generasi Terbaru Bulan Depan untuk Pasok Nvidia
“Pelaku perdagangan logam dapat cukup yakin bahwa pembukaan pasar lebih lanjut, yang didorong oleh internasionalisasi RMB, akan terus berlanjut,” kata Managing Director BANDS Financial yang berbasis di Hong Kong, John Browning, dalam catatan kepada klien.
Browning memperkirakan akses investor asing terhadap kontrak tembaga, aluminium, seng, timbal, dan timah di Shanghai Futures Exchange akan dibuka secara bertahap ke depan.













