kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.781.000   0   0,00%
  • USD/IDR 16.565   165,00   0,99%
  • IDX 6.511   38,26   0,59%
  • KOMPAS100 929   5,57   0,60%
  • LQ45 735   3,38   0,46%
  • ISSI 201   1,06   0,53%
  • IDX30 387   1,61   0,42%
  • IDXHIDIV20 468   2,62   0,56%
  • IDX80 105   0,58   0,56%
  • IDXV30 111   0,69   0,62%
  • IDXQ30 127   0,73   0,58%

China titahkan warganya untuk stok kebutuhan sehari-hari, apa yang terjadi?


Rabu, 03 November 2021 / 07:22 WIB
China titahkan warganya untuk stok kebutuhan sehari-hari, apa yang terjadi?
ILUSTRASI. Pemerintah China telah menitahkan warganya untuk melakukan stok persediaan kebutuhan sehari-hari jika terjadi keadaan darurat. REUTERS/Tyrone Siu


Sumber: Reuters | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - SHANGHAI/BEIJING. Pemerintah China telah menitahkan warganya untuk melakukan stok persediaan kebutuhan sehari-hari jika terjadi keadaan darurat. 

Desakan tersebut dilakukan setelah wabah COVID-19 dan hujan lebat yang luar biasa yang menyebabkan lonjakan harga sayuran menimbulkan kekhawatiran tentang kekurangan pasokan makanan.

Melansir Reuters, arahan kementerian perdagangan pada Senin (09/11/2021) malam menimbulkan kekhawatiran di media sosial domestik bahwa hal itu mungkin dipicu oleh meningkatnya ketegangan dengan Taiwan. Sementara beberapa orang lain mengatakan banyak warga yang bergegas untuk menimbun beras, minyak goreng, dan garam.

"Begitu berita ini keluar, semua orang tua di dekat saya menjadi gila karena panik membeli di supermarket," tulis seorang pengguna di Weibo yang mirip Twitter di China.

Media lokal juga baru-baru ini menerbitkan daftar barang yang direkomendasikan untuk disimpan di rumah termasuk biskuit dan mi instan, vitamin, radio, dan senter.

Tanggapan publik memaksa media pemerintah pada hari Selasa untuk mencoba menenangkan ketakutan dan mengklarifikasi pernyataan kementerian.

Baca Juga: Intelijen AS tuding asal usul Covid-19 akibat kebocoran lab, ini tanggapan China

The Economic Daily, sebuah surat kabar yang didukung Partai Komunis, mengatakan kepada netizen untuk tidak memiliki "imajinasi yang terlalu aktif". Adapun tujuan arahan itu adalah untuk memastikan warga tidak lengah jika terjadi penguncian di daerah mereka.

People's Daily mengatakan, kementerian mengeluarkan pemberitahuan seperti itu setiap tahun, tetapi telah mengeluarkan instruksinya awal tahun ini karena bencana alam, lonjakan harga sayuran dan peningkatan kasus COVID-19 baru-baru ini.

Pernyataan kementerian pada Senin malam mendesak pemerintah setempat untuk melakukan pekerjaan dengan baik dalam memastikan pasokan dan harga yang stabil, dan untuk memberikan peringatan dini dari setiap masalah pasokan.

Baca Juga: Wabah baru COVID-19 di China semakin meluas, melanda 14 provinsi

Cuaca ekstrem

Pemerintah biasanya melakukan upaya ekstra untuk meningkatkan pasokan sayuran segar dan daging babi sebelum hari raya terpenting China, Tahun Baru Imlek, yang pada 2022 jatuh pada awal Februari.

Tetapi tahun ini, upaya itu menjadi lebih mendesak setelah cuaca ekstrem pada awal Oktober menghancurkan tanaman di Shandong - wilayah penghasil sayuran terbesar di negara itu - dan ketika wabah kasus COVID-19 yang membentang dari barat laut ke timur laut negara itu mengancam akan mengganggu pasokan makanan. 

Pekan lalu, indeks harga sayuran di Shouguang, pusat perdagangan di Shandong, menunjukkan, harga mentimun, bayam, dan brokoli di China naik lebih dari dua kali lipat dari awal Oktober. Bayam lebih mahal daripada beberapa potongan daging babi seharga 16,67 yuan (US$ 2,60) per kg.

Meskipun harga telah mengalami penurunan dalam beberapa hari terakhir, para ekonom memperkirakan kenaikan inflasi harga konsumen berbasis tahun-ke-tahun yang signifikan untuk Oktober. Ini merupakan yang pertama dalam lima bulan.

Pandemi telah membawa peningkatan fokus pada ketahanan pangan, di mana pemerintah China menyusun undang-undang ketahanan pangan dan menguraikan upaya baru untuk mengekang limbah makanan.

Baca Juga: Wabah COVID-19 berkembang pesat, China waspada tinggi

Kementerian perdagangan mengatakan pemerintah setempat harus membeli sayuran yang dapat disimpan dengan baik sebelumnya dan juga memperkuat jaringan pengiriman darurat. 

China juga berencana untuk melepaskan cadangan sayuran "pada waktu yang tepat" untuk melawan kenaikan harga, menurut laporan TV pemerintah pada Senin malam. Tidak jelas sayuran apa yang disimpan China dan seberapa besar cadangannya.

Badan perencanaan negara telah menyerukan penanaman kembali sayuran tepat waktu, mendesak pemerintah daerah untuk mendukung produk yang tumbuh cepat, menurut laporan itu.

Data kementerian pertanian menunjukkan, China memiliki sekitar 100 juta mu (6,7 juta hektar) lahan yang ditanami sayuran.

Selanjutnya: Korea Utara desak warganya untuk makan lebih sedikit hingga 2025


Survei KG Media

TERBARU

[X]
×