Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - CME Group kembali menaikkan persyaratan margin untuk kontrak berjangka emas dan perak di tengah meningkatnya volatilitas pasar logam mulia global.
Dalam pernyataan resminya pada Jumat (6/2/2026), operator bursa komoditas terbesar di dunia itu menyebutkan kenaikan margin dilakukan untuk memitigasi risiko seiring pergerakan harga yang semakin ekstrem di pasar emas dan perak.
Baca Juga: Bursa Saham Australia Ditutup Anjlok 2%, Terburuk Sejak April 2025
Margin merupakan dana jaminan yang wajib disetorkan investor di pasar berjangka kepada bursa atau lembaga kliring guna mengantisipasi risiko gagal bayar. Bursa biasanya menaikkan margin ketika volatilitas harga meningkat tajam.
CME Group menaikkan margin awal (initial margin) dan margin pemeliharaan (maintenance margin) untuk kontrak COMEX 100 Gold Futures menjadi 9% dari sebelumnya 8% bagi akun Non-Heightened Risk Profile (Non-HRP).
Sementara itu, margin awal dan pemeliharaan untuk COMEX 5000 Silver Futures dinaikkan menjadi 18% dari sebelumnya 15%.
Kebijakan ini akan berlaku setelah penutupan perdagangan pada Jumat, 6 Februari.
Sejak 13 Januari lalu, CME Group telah mengubah metodologi penetapan margin untuk emas, perak, platinum, dan palladium.
Baca Juga: Serangan Ukraina Rusak Parah Belgorod Rusia, Pasokan Listrik Belum Pulih
Jika sebelumnya margin ditetapkan dalam nilai dolar tetap, kini margin dihitung sebagai persentase dari nilai kontrak.
Sejak perubahan metode tersebut, CME Group telah menaikkan margin sebanyak tiga kali, yakni pada 30 Januari, 2 Februari, dan kenaikan terbaru ini.
Pasar logam mulia memang mengalami fluktuasi tajam dalam beberapa sesi terakhir. Harga emas dan perak mencatatkan penurunan terdalam dalam beberapa dekade pada Jumat pekan lalu, setelah sebelumnya menyentuh rekor tertinggi dalam minggu yang sama.
Pada perdagangan Jumat pagi, harga emas spot naik 2,6% menjadi US$ 4.894,99 per ons troi pada pukul 06.01 GMT, setelah sempat jatuh ke level terendah sesi di US$ 4.654,29.
Baca Juga: Rebound Terbatas Jumat (6/2), Emas dan Perak Tetap Menuju Penurunan Mingguan
Harga perak spot melonjak 5,5% ke level US$ 75,15 per ons, usai anjlok ke hampir level terendah dua bulan di US$ 63,99 pada awal sesi.
Sementara itu, kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman April naik 0,4% ke US$ 4.905,8 per ons troi. Sebaliknya, kontrak berjangka perak melemah 3% ke US$ 74,46 per ons.












