kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.774.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.926   79,00   0,44%
  • IDX 6.106   -89,29   -1,44%
  • KOMPAS100 810   -14,46   -1,75%
  • LQ45 609   -10,44   -1,69%
  • ISSI 211   -3,14   -1,46%
  • IDX30 345   -4,90   -1,40%
  • IDXHIDIV20 424   -3,94   -0,92%
  • IDX80 92   -1,82   -1,94%
  • IDXV30 116   -1,38   -1,17%
  • IDXQ30 111   -1,40   -1,24%

Demi keluar penjara, Carlos Ghosn rela memakai gelang pelacak


Senin, 21 Januari 2019 / 15:43 WIB


Sumber: Reuters | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - TOKYO. Mantan pemimpin Nissan Motor Carlos Ghosn belum menyerah agar bisa keluar dari jeruji penjara. Ia dilaporkan telah mengajukan penawaran untuk mengenakan gelang kaki pelacak elektronik dan menyewa penjaga untuk mengawasinya agar permohonan jaminannya dikabulkan pengadilan. 

Reuters melaporkan, Ghosn mengajukan tawaran tersebut setelah menjalani penahanan selama dua bulan karena dugaan kejahatan keuangan. Juru bicara Ghosn juga menyebut klinennya bersedia tetap di tinggal Tokyo.

Ghosn sendiri selalu membantah melakukan pelanggaran keuangan seperti yang ditudukan. "Saya akan menghadiri persidangan saya bukan hanya karena saya diwajibkan secara hukum untuk melakukannya, tetapi karena saya ingin akhirnya memiliki kesempatan untuk membela diri," kata Ghosn dalam sebuah pernyataan pada hari Minggu.

Sidang untuk menentukan persetujuan jaminan baru akan ditetapkan minggu ini. Dalam persidangan sebelumnya, permintaan jaminan Ghosn ditolak karena dikhawatirkan akan pergi meninggalkan Jepang.

Pembebasan akan memungkinkan Ghosn untuk lebih sering bertemu dengan para pengacaranya dan melakukan pembelaan diri di hadapan dewan Renault. Maklum saja, saat ini kabar pemecatannya di perusahaan otomotif Prancis tersebut berhembus makin kencang.

Ghosn, yang mempelopori perbaikan performa Nissan dua dekade lalu, telah mendorong untuk sinergi lebih dalam antara Nissan dan Renault. Termasuk mendorong peluang untuk merger. "Kami tidak berada dala posisi untuk diskusi terkait hal itu," kata CEO Nissan Hirota Saikawa saat dimintai tanggapannya. 

Saikawa juga mengatakan pihaknya belum mendengar secara langsung tentang proposal Perancis untuk mengintegrasikan manajemen Nissan dengan Renault. Ia pun menambahkan saat ini bukanlah waktu yang tepat untuk membahas kemungkinan revisi perjanjian kemitraan.




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×