kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.592.000   20.000   0,78%
  • USD/IDR 17.918   -15,00   -0,08%
  • IDX 6.094   62,48   1,04%
  • KOMPAS100 785   10,40   1,34%
  • LQ45 602   8,03   1,35%
  • ISSI 213   1,61   0,76%
  • IDX30 334   4,21   1,27%
  • IDXHIDIV20 427   4,86   1,15%
  • IDX80 90   1,14   1,28%
  • IDXV30 117   0,96   0,83%
  • IDXQ30 109   1,31   1,21%

Di tengah pandemi Covid-19, wabah meningitis melanda Republik Demokratik Kongo


Rabu, 08 September 2021 / 23:00 WIB


Reporter: SS. Kurniawan | Editor: S.S. Kurniawan

Meskipun orang-orang dari segala usia dapat tertular meningitis, penyakit ini terutama menyerang bayi, anak-anak dan remaja.

“Kami meningkatkan langkah-langkah pengendalian dalam masyarakat dan dengan cepat menyelidiki kasus yang dicurigai di daerah sekitar untuk mengobati pasien dan mengekang infeksi yang berpotensi meluas,” kata Dr Amédée Prosper Djiguimdé, Perwakilan WHO di Republik Demokratik Kongo.

Tshopo terletak di sabuk meningitis Afrika yang membentang di seluruh benua, dari Senegal ke Ethiopia dan terdiri dari 26 negara. Sabuk meningitis Afrika adalah yang paling rentan secara global terhadap wabah berulang.

Wabah meningitis telah terjadi di beberapa provinsi di Republik Demokratik Kongo di masa lalu. Pada 2009, wabah pecah di Kisangani menginfeksi 214 orang dan menyebabkan 15 kematian.

Meningitis berpotensi fatal dan merupakan keadaan darurat medis. Pengobatan antibiotik yang tepat harus dimulai sesegera mungkin. Selama bertahun-tahun, perbaikan besar telah dilakukan pada vaksin, yang khusus untuk jenis meningitis.

Selanjutnya: Kasus Ebola kembali muncul di Pantai Gading setelah 25 tahun




TERBARU

[X]
×