kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.610.000   7.000   0,27%
  • USD/IDR 18.008   -24,00   -0,13%
  • IDX 6.234   -1,63   -0,03%
  • KOMPAS100 818   1,65   0,20%
  • LQ45 624   2,69   0,43%
  • ISSI 216   0,62   0,29%
  • IDX30 350   0,23   0,07%
  • IDXHIDIV20 430   0,32   0,08%
  • IDX80 94   0,31   0,33%
  • IDXV30 119   1,05   0,89%
  • IDXQ30 112   0,22   0,20%

Diguyur stimulus corona sebesar US$ 1 triliun, pengusaha Jepang: Kekecilan


Kamis, 16 April 2020 / 10:08 WIB
ILUSTRASI. Jalan yang hampir kosong terlihat setelah pemerintah mengumumkan darurat negara menyusul penyebaran penyakit virus korona (COVID-19) di distrik hiburan dan perbelanjaan Kabukicho, di Tokyo, Jepang, Senin (13/4/2020). REUTERS/Issei Kato


Sumber: Reuters | Editor: Tendi Mahadi

"Saya tidak tahu seberapa efektif pembayaran tunai. Langkah berani harus diambil seperti pemotongan pajak penjualan," tulis manajer dari perusahaan ritel.

Saat ditanya apa yang mereka ingin pemerintah dan Bank of Japan lakukan, banyak perusahaan memilih langkah-langkah untuk merangsang konsumsi swasta, memfasilitasi pembiayaan perusahaan dan meningkatkan subsidi pekerjaan.

Baca Juga: AS: China disinyalir telah melakukan ledakan uji coba nuklir terlarang

Analis mengatakan ukuran sebenarnya dari paket itu berlebihan karena termasuk barang-barang non-pengeluaran seperti pinjaman dan keterlambatan pembayaran pajak. 

"Dari paket ini, pengeluaran langsung pemerintah langsung yang memiliki efek langsung kemungkinan sekitar 10 triliun yen," kata Hiroshi Ugai, kepala ekonom di JPMorgan Securities Jepang. 

"Jika stimulus ini terbukti tidak cukup, pemerintah akan dipaksa untuk mengerahkan pengeluaran tambahan," kata dia.

Baca Juga: Riset: Pendingin ruangan restoran di China tularkan virus corona ke tiga keluarga




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×