kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.711.000   2.000   0,07%
  • USD/IDR 17.818   -194,00   -1,08%
  • IDX 6.008   121,62   2,07%
  • KOMPAS100 794   18,85   2,43%
  • LQ45 597   10,61   1,81%
  • ISSI 206   5,10   2,54%
  • IDX30 339   4,60   1,38%
  • IDXHIDIV20 418   3,54   0,86%
  • IDX80 90   1,96   2,24%
  • IDXV30 113   2,76   2,50%
  • IDXQ30 109   1,12   1,03%

Dilobi AS, Jepang kurangi impor minyak dari Iran


Kamis, 12 Januari 2012 / 14:10 WIB
ILUSTRASI. Ilustrasi. Jus nanas bermanfaat mengobati diabetes melitus dan darah tinggi.


Reporter: Asnil Bambani Amri, Reuters | Editor: Asnil Amri

TOKYO. Jepang akan mengambil langkah-langkah konkrit untuk mengurangi ketergantungan minyak terhadap Iran. Hal tersebut disampaikan oleh Menteri Keuangan Jepang, Juni Azumi usai bertemu dengan Menteri Keuangan Amerika Serikat (AS) Timothy Geithner di Tokyo.

"Dalam lima tahun terakhir, kami telah mengurangi impor minyak (dari Iran)," kata Azumi saat konferensi pers yang dilakukan bersama dengan Geithner.

Untuk mengurangi impor minyak dari Iran itu, Azumi mengaku akan mengambil langkah kongrit. Ia bilang pasokan minyak dari Iran saat ini mencapai 10% dari kebutuhan minyak di Jepang. "Kami menguranginya secara terencana," jelas Azumi. Saat ini, Jepang merupakan pembeli minyak terbesar kedua bagi Iran.

Negeri Sakura itu masih mengalami ketergantungan dengan minyak. Apalagi semenjak Tsunami Maret 2011, Jepang membutuhkan minyak untuk menggerakan pembangkit listrik karena pembangkit listrik nuklir Fukushima masih lumpuh.

Keputusan Jepang tersebut mendapatkan penghargaan dari Geithner. Ia mengaku akan bekerjasama dengan dengan Jepang untuk memberikan tekanan terhadap Iran. "Kami menghargai dukungan Jepang dalam mendukung tujuan penting ini." kata Geithner

AS belakangan ini gencar mencari dukungan dari China dan Jepang untuk memberikan sanksi kepada industri minyak Iran. Kali ini, Geither berusaha menggalang dukungan untuk membatasi ambisi nuklir dari Teheran.




TERBARU
Kontan Academy
Langganan Business Insight Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×