Sumber: Reuters | Editor: Handoyo
KONTAN.CO.ID - MANILA. Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr memastikan dirinya akan memberikan dukungan kepada salah satu kandidat dalam pemilihan presiden 2028. Namun, hingga kini Marcos mengaku belum menentukan sosok yang akan didukungnya.
Konstitusi Filipina membatasi masa jabatan presiden hanya satu periode selama enam tahun. Dengan demikian, Marcos tidak dapat kembali mencalonkan diri pada pemilihan presiden 2028.
Dukungan Marcos dipandang berpotensi menjadi faktor penting dalam persaingan menuju Pilpres Filipina 2028, terutama di tengah menguatnya posisi Wakil Presiden Sara Duterte dalam sejumlah jajak pendapat.
Dalam sebuah acara bersama jurnalis asing pada Jumat (14/8/2026), Marcos untuk pertama kalinya mengonfirmasi bahwa dirinya akan mendukung seorang kandidat pada pemilu mendatang. Meski demikian, ia menilai pembicaraan mengenai pilihan kandidat saat ini masih terlalu dini.
"Anda harus melihat bagaimana situasinya benar-benar berkembang. Saya belum duduk bersama siapa pun dan mengatakan, 'apakah Anda ingin mencalonkan diri sebagai presiden atau tidak?'" kata Marcos.
Baca Juga: AS Perpanjang Blokade Laut Iran Tanpa Batas, Tekanan Ekonomi Bakal Diperketat
Ia menegaskan bahwa keputusan tersebut akan dibuat pada waktunya dengan mempertimbangkan kepentingan masyarakat Filipina.
"Waktunya akan tiba. Kami tentu akan memberikan kandidat terbaik untuk perbaikan kehidupan rakyat. Kami akan memilih kandidat terbaik yang memungkinkan," ujarnya.
Persaingan Marcos dan Sara Duterte
Sara Duterte, yang sebelumnya menjadi sekutu Marcos sebelum hubungan keduanya memburuk, telah menyatakan akan maju dalam pemilihan presiden 2028. Pengumuman tersebut disampaikan pada Februari 2026, di tengah keretakan hubungan antara dua tokoh yang berasal dari keluarga politik berpengaruh di Filipina.
Marcos dan Sara Duterte sebelumnya berpasangan dalam pemilihan umum 2022. Namun, aliansi politik keduanya mulai runtuh pada awal masa pemerintahan mereka.
Perselisihan tersebut kemudian berkembang menjadi pemeriksaan oleh parlemen terhadap keuangan Wakil Presiden Sara Duterte. Hubungan kedua kubu semakin memburuk setelah pemerintah Filipina menyerahkan ayah Sara, mantan Presiden Rodrigo Duterte, kepada Mahkamah Pidana Internasional atau International Criminal Court (ICC).
Rodrigo Duterte menghadapi tuduhan pembunuhan yang berkaitan dengan kebijakan "perang terhadap narkoba" yang kontroversial dan berdarah selama masa pemerintahannya.
Baca Juga: Gaji Jumbo CEO Goldman Sachs dan Welltower Jadi Sorotan Investor
Sara Duterte Hadapi Proses Pemakzulan
Selain persaingan menuju Pilpres 2028, Sara Duterte saat ini juga menghadapi proses pemakzulan di Senat Filipina yang dimulai pada 6 Juli 2026.
Ia dituduh melakukan sejumlah pelanggaran, termasuk ketidakteraturan keuangan, mengumpulkan kekayaan dalam jumlah yang tidak wajar, serta mengancam kehidupan Presiden Marcos. Sara Duterte membantah seluruh tuduhan tersebut.
Jika dinyatakan bersalah dalam proses pemakzulan, Sara Duterte dapat menghadapi larangan seumur hidup untuk terlibat dalam politik.
Marcos sendiri berupaya menjaga jarak dari proses pemakzulan tersebut. Ia menegaskan bahwa perkara itu merupakan kewenangan lembaga legislatif dan bukan bagian dari keputusan eksekutif.
Dukungan Marcos terhadap kandidat tertentu pada akhirnya dapat menjadi salah satu faktor penting dalam peta politik Filipina menjelang pemilihan presiden 2028. Namun, hingga saat ini, Marcos belum mengungkapkan nama kandidat yang akan didukungnya.












![[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_22072614202900.jpg)
