Sumber: Fortune | Editor: Noverius Laoli
Untuk menjawab tantangan tersebut, Gates Foundation akan mempercepat belanja di tiga bidang utama: kesehatan ibu dan anak, pencegahan penyakit menular, dan pengentasan kemiskinan. Sejumlah hibah juga diperkirakan akan diperbesar, meski tidak merata di semua program.
Di sisi lain, yayasan tetap agresif mendorong pengembangan AI, meski Gates mengingatkan risiko disrupsi lapangan kerja dan potensi penyalahgunaan teknologi.
Gates Foundation termasuk dalam koalisi donor yang menjanjikan US$ 1 miliar untuk pengembangan alat AI bagi pekerja layanan publik di AS dalam 15 tahun ke depan.
Baca Juga: Realisasi Belanja Program MBG Baru Terserap 74,6% per November 2025
Ekspansi geografis juga dilakukan. Yayasan membentuk divisi baru untuk kantor Afrika dan India, serta memindahkan sebagian pekerjaan terkait HIV dan tuberkulosis dari kantor pusat Seattle ke wilayah Afrika, yang diikuti pengurangan staf di AS.
Meski telah menetapkan tanggal penutupan, Suzman menekankan bahwa 20 tahun ke depan masih merupakan periode panjang.
Menurutnya, Gates Foundation justru memasuki fase paling berdampak sepanjang sejarahnya, dengan pengalaman, kemitraan, dan fokus strategi yang semakin tajam.












![[Intensive Workshop] Foreign Exchange & Hedging Strategies](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_17122515210200.jpg)
