Sumber: Reuters | Editor: Harris Hadinata
KONTAN.CO.ID - SEOUL. Ekspor Korea Selatan kembali meningkat pada Januari. Pemerintah Korea Selatan mengumumkan, ekspor naik 33,9% di Januari mencapai US$ 65,85 miliar.
Dengan demikian, ekspor negeri ginseng ini sudah naik delapan bulan berturut-turut. Kenaikan di Januari tersebut juga merupakan kenaikan tertinggi dalam sekitar empat tahun terakhir.
Reuters melaporkan, mengutip data yang dipublikasikan Minggu (1/2/2026), ekspor melesat karena permintaan akan server akal imitasi (AI) terus mendorong penjualan cip dari Korsel.
Baca Juga: China Pangkas Tarif Impor Whisky Jadi 5%, Dorong Ekspor Scotch dari Inggris
Realisasi ekspor sepanjang Januari tersebut juga lebih tinggi dibandingkan konsensus proyeksi ekonom, yang memprediksi ekspor hanya akan naik sekitar 29,9% di periode tersebut.
Ekspor semikonduktor meningkat lebih dari dua kali lipat, melonjak 102,7% dibandingkan tahun sebelumnya. “Ini berkat kenaikan harga memori sejak tahun lalu yang berlanjut pada Januari, karena tingginya permintaan akan server AI," tulis Kementerian Perdagangan Korsel dalam keterangan resmi, Minggu (1/2/2026), dikutip Reuters.
Impor juga meningkat 11,7% pada Januari dibandingkan tahun sebelumnya, menjadi US$ 57,11 miliar.
Baca Juga: Ekspor Korea Selatan Melejit di November, Dipimpin Lonjakan Chip dan Mobil
Momentum bagi Korsel sepertinya akan berlanjut. "Lonjakan penjualan chip diperkirakan akan berlanjut untuk sementara waktu karena faktor-faktor seperti kenaikan harga semikonduktor dan kekurangan pasokan," kata Park Sang-hyun, Analis iM Securities.
Park juga mengatakan, jumlah hari kerja di Januari tahun ini yang lebih banyak. Ini juga membantu kinerja perdagangan, karena Januari tahun lalu memiliki lebih sedikit hari kerja.
Dari 15 item ekspor utama Korea Selatan, 13 barang ekspor mencatatkan kenaikan permintaan. Di antaranya cip, mobil, produk petrokimia, baja, dan komputer.
Baca Juga: Hakim AS Tolak Hentikan Peningkatan Jumlah Agen Imigrasi Trump di Minnesota
"Merupakan hal positif bahwa item-item utama seperti semikonduktor dan mobil serta item-item yang menjanjikan seperti barang konsumsi menunjukkan pertumbuhan yang merata," kata Menteri Perindustrian Kim Jung-kwan melalui pernyataan pers.
Dari segi tujuan, ekspor ke China mencatat peningkatan ekspor paling tajam, melonjak sebesar 46,7% secara tahunan pada Januari. Ekspor ke Amerika Serikat (AS) meningkat 29,5% dan ke Uni Eropa 6,9%.
"Meskipun demikian, ketidakpastian dalam lingkungan perdagangan telah meningkat karena kebijakan tarif AS dan penyebaran proteksionisme," imbuh Kim
Pada Sabtu (31/1/2026), Kim mengatakan Korea Selatan membutuhkan lebih banyak diskusi dengan AS mengenai kesepakatan perdagangan yang mereka capai tahun lalu, menyusul pengumuman Presiden AS Donald Trump untuk menaikkan tarif impor barang asal Korsel.













![[Intensive Workshop] Excel for Business Reporting](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_28012616011400.jpg)