Elon Musk, Bill Gates dan Robert Kiyosaki Satu Suara Soal Resesi Ekonomi Global

Sabtu, 30 Juli 2022 | 06:00 WIB   Reporter: Noverius Laoli
Elon Musk, Bill Gates dan Robert Kiyosaki Satu Suara Soal Resesi Ekonomi Global

KONTAN.CO.ID -  Bank Dunia memperingatkan ancaman resesi ekonomi global sudah di depan mata. Hal ini ditandai dengan inflasi yang tinggi, penurunan daya beli masyarakat dan pertumbuhan ekonomi yang melandai.

Seirama dengan Bank Dunia, kekhawatiran serupa juga mulai disuarakan para miliarder dunia dan pakar keuangan. Mulai dari Elon Musk, Bill Gates hingga Robert Kiyosaki yang dikenal sebagai guru keuangan.

Mereka memperingatkan agar setiap orang bersiap menghadapi penurunan pertumbuhan ekonomi di tengah kenaikan harga-harga barang dan kebutuhan pokok. Mereka juga memberikan tips cara menghadapi resesi termasuk dalam hal berinvestasi.

1. Elon Musk

CEO Tesla, Elon Musk, misalnya memperingatkan bahwa resesi ekonomi AS tak terhindarkan (inevitable). Orang terkaya dunia ini mengatakan bahwa resesi ekonomi AS lebih mungkin terjadi daripada tidak.

Karena itu, Elon Musk merespons kondisi ini dengan rencana mengurangi 10% karyawan Tesla dan meningkatkan pekerja harian yang dibayar per jam.

“Resesi tidak bisa dihindari di beberapa titik. Mengenai apakah ada resesi dalam waktu dekat, itu lebih mungkin daripada tidak, ” kata Musk seperti dikutip dari The Guardian.

Elon Musk yang memiliki kekayaan sebesar US$ 253,4 miliar atau setara Rp 3.801 triliun ini per Jumat (22/7/2022) itu  menambahkan bahwa resesi, selain ditandai dengan kenaikan harga-harga atau inflasi, juga ditandai mulai terganggunya rantai pasok di seluruh dunia. 

Baca Juga: Robert Kiyosaki Peringatkan Inflasi Dapat Memicu Terjadinya Depresi Besar

2. Bil Gates

Salah satu Founder Microsoft, Bill Gates, juga turut memperingatkan akan bahaya resesi global yang mulai membayangi saat ini. Bill Gates mengatakan, resesi atau krisis global akan segera tiba. Hal itu disebabkan sebagai dampak invasi Rusia ke Ukraina yang mengerek harga energi dan bahan pangan dunia.

Seperti diketahui, Ukraina adalah salah satu penghasil gandum terbesar dunia bersama Rusia. Selain itu, Rusia juga salah satu produsen minyak dan tambang terbesar dunia.

Perang menyebabkan kedua negara tidak dapat mengekspor produknya dengan lancar seperti sebelumnya. Apalagi Rusia terkena sanksi barat yang banyak menyasar komoditas strategisnya.

Menurut Bill Gates, yang kini memiliki kekayaan US$ 104,7 miliar atau setara Rp 1.570 triliun itu, selain perang Rusia-Ukraina, krisis yang diakibatkan Covid-19 juga belum sepenuhnya pulih.

Sementara itu, tingkat utang pemerintah di sejumlah negara sudah terlanjur tinggi. Banyak negara menambah utang untuk memperkuat belanja negara menghadapi pandemi.  

Baca Juga: Bill Gates Masih Jadi Orang Terkaya ke-5 Dunia Meski Sudah Sumbang Rp 300 Triliun

Baik itu untuk pembelian alat kesehatan, merawat warga yang terdampak Covid-19 dan mensubsidi masyarakat yang terdampak.

Selain itu, Bill Gates menuturkan, resesi ekonomi segera tiba terlihat dari rantai pasokan dunia yang mulai mengalami masalah.

"Kondisi ini akan mempercepat masalah inflasi dan kemungkinan memaksa bank sentral menaikkan suku bunga yang pada akhirnya akan menyebabkan krisis atau penurunan ekonomi," ujar Gatesseperti dilansir dari Marga.com.

Bill Gates melanjutkan, kekhawatiran para kalangan yang pesimistis pada kondisi perekonomian dunia tampaknya akan menjadi kenyataan.

"Saya khawatir para pesimistis memiliki argumen yang cukup kuat (akan terjadinya resesi)," tutur Gates.

Untuk itu, miliarder yang dikenal dermawan ini mengirimkan sepenanggal nasihat kepada masyarakat dalam menghadapi resesi ekonomi.

Bill Gates bilang, Anda hanya bisa tetap optimistis dalam jangka panjang, jika Anda cukup pesimistis untuk bertahan dalam jangka pendek.

Belakangan ini, Bill Gates, yang berhasil mengumpulkan pundi-pundi kekayaan dari teknologi justru makin rajin memburu dan membeli lahan pertanian di AS. Bahkan ia dikenal sebagai pemilik lahan pertanian swasta terbesar di AS.

Baca Juga: Elon Musk Ditanya Jumlah Anak yang Diiginkan, Jawabannya: Mars Butuh Orang

Berdasarkan catatan Forbes, Bill Gates telah memiliki lahan pertanian seluas 242.000 hektar di seluruh AS.

Belum lama ini, Bill Gates juga dikabarkan Bill Gates telah mendapatkan persetujuan hukum untuk membeli 2.100 hektar lahan pertanian dari petani kentang di timur laut North Dakota, Campbell Farms.

3. Robert Kiyosaki

Guru Keuangan, penulis buku keuangan best seller, Rich Dad Poor Dad, Robert Kiyosaki juga memperingatkan akan terjadinya resesi ekonomi.

Robert Kiyosaksi mengatakan, kenaikan harga-harga barang konsumsi di AS yang melonjak 8,6% pada Mei 2022 dan 9,1% pada Juni 2022 merupakan rekor tertinggi sejak November 1981 atau 41 tahun terakhir.

Bahkan dalam tweet terbarunya, Robert Kiyosaksi mengatakan inflasi yang tidak berpotensi menyebabkan terjadinya depresi besar (Greater Depression). Depresi besar ini mulai menerjang bisnis real estate yang ditandai dengan kenaikan penyitaan hingga 70%% dari tahun lalu. Juga terlihat dari pemutusan hubungan kerja di sejumlah perusahaan.

Inflasi ini menjadi landasan kuat bagi The Fed untuk menterek suku bunga acuan secara agresif. Robert Kiyosaki mengatakan inflasi ini sebagai lingkaran setan yang membunuh masyarakat.

"Ketika inflasi naik, kita akan memusnahkan 50% populasi AS," ujar Kiyosaki kepada Stansberry Research.

Robert Kiyosaki mengatakan, salah satu penyebab inflasi adalah AS berhenti memproduksi barang-barang rill. Robert Kiyosaki mengatakan, saat ini AS justru banyak memproduksi gelembung. Karena itu, ia bilang, saat ini AS memiliki gelembung di pasar real estate, pasar saham dan pasar obligasi.

Robert Kiyosaki memperingatkan, warga AS tidak siap menghadapi resesi ekonomi. Menurutnya, rata-rata warga AS saat ini tidak memiliki tabungan sebesar US$ 1.000 yang disisihkan untuk dana tak terduga.

Baca Juga: Ini 10 Nasihat Terbaik Robert Kiyosaki Soal Investasi dan Keuangan

Untuk itu, Robert Kiyosaki mengatakan, dalam menghadapi kondisi suram ini, ia mendorong setiap orang untuk menempatkan investasi mereka pada aset safe haven seperti emas dan perak dan menghindari memegang banyak uang kertas.

Karena menurutnya, emas dan perak tak bisa dicetak begitu saja, sementara uang kertas bisa dicetak sebanyak-banyaknya oleh pemerintah yang membuat nilainya turun.

Robert Kiyosaki memang gemar mengoleksi emas sejak 1972. saat ini ia telah membeli 2.500 koin emas batangan American Silver Eagle. Selain emas dan perak, Robert Kiyosaki juga menyarankan warga untuk mengoleksi bahan makanan yang bisa disimpan dalam waktu lama seperti ikan kaleng.

Menurutnya, saat resesi tiba maka harga bahan pangan pertama-tama akan melonjak tinggi dan menyebabkan banyak orang tak bisa membeli makanan.

 

 

Editor: Noverius Laoli

Terbaru