kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.964.000   20.000   1,03%
  • USD/IDR 16.488   106,00   0,65%
  • IDX 7.830   -121,60   -1,53%
  • KOMPAS100 1.089   -17,02   -1,54%
  • LQ45 797   -14,45   -1,78%
  • ISSI 265   -3,29   -1,23%
  • IDX30 413   -7,90   -1,88%
  • IDXHIDIV20 481   -7,60   -1,56%
  • IDX80 120   -2,17   -1,77%
  • IDXV30 129   -2,94   -2,22%
  • IDXQ30 134   -2,35   -1,73%

Erdogan tuding Rusia, Amerika Serikat, dan Prancis pasok senjata ke Armenia


Senin, 19 Oktober 2020 / 12:26 WIB
Erdogan tuding Rusia, Amerika Serikat, dan Prancis pasok senjata ke Armenia
ILUSTRASI. Presiden Turki Tayyip Erdogan mengikuti upacara peringatan Hari Kemenangan ke-98 di Istana Kepresidenan di Ankara, Turki, Minggu (30/8/2020).


Reporter: SS. Kurniawan | Editor: S.S. Kurniawan

KONTAN.CO.ID - ANKARA. Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menuduh Rusia, Amerika Serikat, dan Prancis, yang memimpin OSCE Minsk Group untuk menengahi konflik Azerbaijan dan Armenia, memasok senjata ke Armenia. 

"Apa yang mereka katakan tentang dukungan kami kepada saudara-saudara kami di Azerbaijan? Apa yang tiga Minsk Group? katakan?," kata Erdogan, Minggu (18/10), seperti dikutip kantor berita TASS.  

"Mereka mendukung Armenia. Mereka menawarkan semua kemungkinan dukungan dalam hal persenjataan," ujarnya.

Tuduhan Erdogan tersebut, Leonid Slutsky, Ketua Komite Internasional Majelis Rendah Parlemen Rusia, mengatakan, sama sekali tidak mendorong penurunan konflik Azerbaijan dan Armenia di Nagorno-Karabakh.

Baca Juga: Perang Armenia-Azerbaijan, AS tuding Turki mengobarkan situasi

"Sayangnya, tuduhan seperti itu sekarang tidak mempromosikan penyelesaian damai dan penurunan situasi di zona konflik," kata Slutsky kepada TASS.

"Rusia dan ketua bersama lainnya dari OSCE Minsk Group mendukung kedua belah pihak dan menyerukan untuk menghentikan pertumpahan darah," tegasnya.

Gencatan senjata dilanggar

Menurut dia, para pemimpin Rusia, Amerika Serikat, dan Prancis sebelumnya telah mengeluarkan pernyataan bersama yang menyerukan gencatan senjata. 

Baca Juga: Erdogan: AS, Rusia, Prancis menunda-nunda penanganan konflik Azerbaijan dan Armenia




TERBARU
Kontan Academy
[Intensive Workshop] AI-Powered Scenario Analysis AYDA dan Penerapannya, Ketika Debitor Dinyatakan Pailit berdasarkan UU. Kepailitan No.37/2004

[X]
×