kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.574.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.913   -79,00   -0,44%
  • IDX 6.037   27,39   0,46%
  • KOMPAS100 777   3,53   0,46%
  • LQ45 595   3,08   0,52%
  • ISSI 210   1,46   0,70%
  • IDX30 331   2,54   0,77%
  • IDXHIDIV20 423   3,72   0,89%
  • IDX80 89   0,46   0,52%
  • IDXV30 115   0,93   0,82%
  • IDXQ30 108   0,61   0,57%

Facebook rilis Reels, aplikasi yang disebut-sebut menyontek TikTok


Kamis, 06 Agustus 2020 / 05:30 WIB
ILUSTRASI. Facebook baru saja meluncurkan Reels, aplikasi yang disebut-sebut menyontek TikTok. REUTERS/Dado Ruvic/Illustration


Sumber: Reuters | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

Kesamaan itu membuat Kepala Eksekutif TikTok Kevin Mayer menyebut Reels sebagai "produk peniru" yang bisa meluncur di basis pengguna Instagram yang sangat besar setelah aplikasi peniru lain, seperti Lasso, mengalami kegagalan dengan cepat.

Vishal Shah, wakil presiden produk Instagram, mengakui hal tersebut. Dalam panggilan konferensi video hari Selasa dengan wartawan, dia mengatakan bahwa inspirasi untuk produk datang dari mana-mana, termasuk tim Facebook dan ekosistem secara lebih luas.

Baca Juga: China tidak akan terima 'pencurian' Amerika atas TikTok

Reuters memberitakan, Instagram belum berencana untuk menawarkan iklan atau cara lain bagi pengguna untuk menghasilkan uang melalui Reels, meskipun ia merekrut bintang muda online seperti penari Merrick Hanna dan musisi Tiagz - yang baru-baru ini ditandatangani oleh Sony / ATV setelah ketenaran kian naik melalui meme TikTok - untuk menguji produk sebelum peluncuran.

Baca Juga: Trump berencana terbitkan keputusan eksekutif larang TikTok Sabtu ini

Joe Gagliese, kepala eksekutif agensi pemasaran influencer Viral Nation, mengatakan Reels siap meniru kesuksesan Instagram dengan Stories, produk yang meniru penawaran inti Snapchat. “Mereka adalah ancaman yang sangat besar (bagi TikTok),” katanya. 




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×