kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.522   22,00   0,13%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Fakta menarik, predator laut berperan sebagai penyeimbang kehidupan


Sabtu, 26 Oktober 2019 / 12:42 WIB
ILUSTRASI. Pekerja menunjukkan ikan kerapu segar yang akan dikirim ke Hong Kong, di Kendari, Sulawesi Tenggara, Rabu (30/11/2016).


Reporter: Tri Sulistiowati | Editor: S.S. Kurniawan

Mereka menunggu respons ikan kerapu yang berpindah dari karang lama menuju yang baru. Kemudian, mereka mengeluarkan kerapu dari empat lokasi terumbu karang yang terdegradasi.

Para ilmuwan mengamati, seluruh habitat buatan tersebut selama 60 hari. Mereka mencatat jumlah ikan di setiap lokasi terumbu karang serta jumlah spesies ikan di dalamnya.

Baca Juga: Lava gunung Kilauea picu perkembangan fitoplankton Hawaii

Hasilnya, habitat yang kompleks yang di dalamnya terdapat ikan kerapu memiliki jumlah ikan lebih tinggi. "Efek ekologis dari predator besar memberikan tekanan ke atas dan bawah di dalam rantai makanan yang lebih komplek," kata Mike Sieracki, Direktur Program Bidang Ilmu Kelautan National Science Foundation.   

Sumber: National Science Foundation 




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×