kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.740.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.708   -71,00   -0,40%
  • IDX 6.526   24,10   0,37%
  • KOMPAS100 849   6,96   0,83%
  • LQ45 645   5,86   0,92%
  • ISSI 228   -0,31   -0,14%
  • IDX30 360   3,72   1,04%
  • IDXHIDIV20 437   4,19   0,97%
  • IDX80 97   0,82   0,85%
  • IDXV30 121   0,51   0,43%
  • IDXQ30 114   1,21   1,07%

Gagal dapatkan Newcastle United, Putra Mahkota Arab Saudi desak Boris Johnson


Kamis, 15 April 2021 / 06:46 WIB
ILUSTRASI. St James' Park, markas Newcastle United


Sumber: Reuters | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - LONDON. Perdana Menteri Inggris Boris Johnson dikabarkan ikut campur dalam kesepakatan pembelian klub Liga Premier Inggris Newcastle United yang melibatkan Putra Mahkota Saudi Mohammed bin Salman.

Seperti dikabarkan surat kabar Daily Mail, pengambilalihan Newcastle United oleh konsorsium yang didukung Arab Saudi gagal di tahun lalu. Padahal nilai kesepakatan tersebut mencapai £ 300 juta setara Rp 6,01 triliun. ( £ 1 = Rp 20.052)

Kegagalan rencana pengambilalihan ini terjadi karena kelompok konsorsium tersebut menolak untuk menerima tawaran arbitrase independen Liga Premier untuk memutuskan siapa yang akan memiliki klub tersebut.

Kelompok itu, yang termasuk dana kekayaan kedaulatan Arab Saudi PIF, PCP Capital Partners dan Reuben Brothers, mengatakan tahun lalu mereka mengakhiri minat mereka pada kesepakatan itu, yang telah ditunda oleh tes pemilik dan direktur Liga Premier.

Baca Juga: Kabar dari Inggris menyebut Raja Sapta membeli klub Liga Inggris Derby County

Konsorsium menyalahkan lamanya evaluasi yang membuat kelompok tersebut mundur.

Mohammed Bin Salman telah mendesak Johnson untuk "mengoreksi dan mempertimbangkan kembali" keputusan yang "salah" yang diambil pihak Liga Premier, yang dituduh menghalangi pengambilalihan klub, Daily Mail melaporkan.

Johnson meminta asisten senior dan pakar Timur Tengah, Lord Eddie Lister, untuk menangani keluhan tersebut, kata laporan itu seperti dikutip Reuters. 

Seorang juru bicara pemerintah Inggris tidak dapat segera dihubungi untuk memberikan komentar oleh Reuters. The Daily Mail mengutip juru bicara pemerintah yang mengatakan: "Meskipun kami menyambut baik investasi luar negeri, ini adalah masalah komersial bagi pihak-pihak yang berkepentingan dan Pemerintah tidak terlibat dalam hal apa pun dalam pembicaraan pengambilalihan di Newcastle United."

Selanjutnya: UEA ingin investasi produksi vaksin Covid-19 di Indonesia




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×