kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.570.000   -14.000   -0,54%
  • USD/IDR 16.818   19,00   0,11%
  • IDX 8.925   -19,34   -0,22%
  • KOMPAS100 1.227   -4,69   -0,38%
  • LQ45 868   -3,70   -0,43%
  • ISSI 323   -0,54   -0,17%
  • IDX30 440   -3,19   -0,72%
  • IDXHIDIV20 519   -1,77   -0,34%
  • IDX80 137   -0,51   -0,37%
  • IDXV30 144   -0,52   -0,36%
  • IDXQ30 141   -1,08   -0,76%

Goldman Sachs Pimpin Merger dan Akuisisi Global 2025, Didukung Transaksi Jumbo


Rabu, 07 Januari 2026 / 18:27 WIB
Goldman Sachs Pimpin Merger dan Akuisisi Global 2025, Didukung Transaksi Jumbo
ILUSTRASI. Goldman Sachs kembali menegaskan posisinya sebagai bank investasi terdepan di pasar merger dan akuisisi (M&A) global sepanjang 2025. (Reuters/Andrew Kelly)


Sumber: Reuters | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - NEW YORK. Goldman Sachs kembali menegaskan posisinya sebagai bank investasi terdepan di pasar merger dan akuisisi (M&A) global sepanjang 2025.

Berdasarkan data LSEG, Goldman berhasil merebut pangsa pasar terbesar dan menempati peringkat pertama dalam liga penasihat M&A dunia, di tengah dinamika politik global berisiko tinggi dan tren transaksi berskala jumbo yang semakin marak.

Tahun 2025 ditandai dengan lonjakan signifikan transaksi bernilai di atas US$10 miliar. Sepanjang tahun lalu, tercatat 68 mega deal dengan total nilai mencapai US$1,5 triliun, lebih dari dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya.

Tren inilah yang menjadi motor utama keberhasilan Goldman Sachs mempertahankan posisi puncak.

Goldman Kuasai Mega Deal Global

Goldman Sachs tercatat menjadi penasihat dalam 38 transaksi senilai di atas US$10 miliar, terbanyak dibandingkan bank investasi lainnya.

Baca Juga: Saham Coinbase Melonjak 8% Usai Goldman Sachs Naikkan Rekomendasi Jadi Buy

Secara keseluruhan, Goldman memberikan nasihat pada transaksi M&A dengan total nilai US$1,48 triliun, menjadikannya periode terkuat untuk mega deal sejak pencatatan LSEG dimulai pada 1980.

Dalam laporan Outlook M&A 2026, Global Co-Head of M&A Goldman Sachs, Stephan Feldgoise, menyebut 2025 sebagai “tahun M&A yang luar biasa”. Ia menilai aktivitas merger didorong oleh “kelimpahan modal” yang membuat pelaku usaha semakin agresif melakukan konsolidasi.

Peringkat Teratas Pendapatan dan Nilai Transaksi

Goldman menempati posisi nomor satu dalam dua indikator utama, yakni pendapatan biaya M&A dan nilai total transaksi yang ditangani, sekaligus meningkatkan pangsa pasar di kedua kategori tersebut. Sepanjang 2025, Goldman mengantongi US$4,6 miliar biaya penasihat M&A.

Posisi berikutnya ditempati oleh JPMorgan dengan US$3,1 miliar, diikuti Morgan Stanley sebesar US$3 miliar, Citi US$2 miliar, dan Evercore US$1,7 miliar. Dari sisi volume transaksi, Goldman, JPMorgan, dan Morgan Stanley masing-masing berada di peringkat pertama hingga ketiga, disusul Bank of America dan Citi.

Untuk transaksi M&A yang melibatkan kawasan Eropa, Timur Tengah, dan Afrika (EMEA), pangsa pasar Goldman mencapai 44,7% pada 2025, level tertinggi kedua sepanjang sejarah setelah rekor tahun 1999.

Teknologi dan Regulasi Jadi Pendorong

Sektor teknologi menjadi kontributor utama volume transaksi, namun pelaku pasar menilai pelonggaran pengawasan regulasi turut membuka jalan bagi kesepakatan yang sebelumnya sulit terwujud di berbagai sektor.

Baca Juga: Goldman Sachs Kejutkan Pasar: Harga Emas Bisa Tembus US$ 4.900 di 2026

Kebijakan antimonopoli yang lebih permisif di bawah pemerintahan Presiden AS Donald Trump memberikan kepercayaan diri bagi raksasa industri untuk melakukan merger besar, termasuk di sektor perkeretaapian, produk konsumen, media, dan teknologi.

Bukan di Dua Transaksi Terbesar

Meski mendominasi pasar, Goldman tidak terlibat dalam dua transaksi M&A terbesar tahun ini, yakni akuisisi Norfolk Southern oleh Union Pacific senilai US$88,2 miliar serta perang penawaran sengit atas Warner Bros Discovery (WBD).

Dalam transaksi tersebut, sejumlah bank besar seperti Bank of America, Barclays, dan Wells Fargo, serta bank investasi butik, turut mengambil peran.

Anu Ayiengar, Global Head of Advisory and M&A JPMorgan, menyebut dorongan untuk tumbuh dan mencapai skala ekonomi menjadi pemicu utama aktivitas merger.

“Keinginan strategis untuk berkembang sangat tinggi, sehingga dewan direksi dan manajemen puncak semakin proaktif. Perusahaan tidak lagi menunggu untuk ditawarkan, tetapi justru memulai M&A,” ujarnya.

JPMorgan Unggul Total Biaya Investasi

JPMorgan tercatat sebagai penasihat utama Warner Bros serta mendampingi Kimberly-Clark dalam akuisisi Kenvue senilai US$50,6 miliar.

Dengan memperhitungkan pendapatan dari pasar saham dan obligasi, JPMorgan berhasil menjadi bank investasi dengan pendapatan tertinggi secara global, mengumpulkan US$10,1 miliar biaya investasi, melampaui Goldman yang meraih US$8,9 miliar.

Bank Butik Ikut Melonjak

Persaingan penawaran antara Paramount Skydance dan Netflix atas Warner Bros, masing-masing senilai US$108 miliar dan US$99 miliar termasuk utang, turut mendongkrak peringkat sejumlah bank butik dan firma hukum. 

Baca Juga: Goldman Sachs Rombak Tim Investasi TMT, Fokus Bidik Infrastruktur Digital dan AI

Wells Fargo, yang terlibat dalam sepuluh transaksi di atas US$10 miliar, melonjak ke peringkat sembilan dari posisi tahun sebelumnya.

Sementara itu, bank butik Moelis naik ke peringkat 16 setelah terlibat dalam lima transaksi bernilai di atas US$5 miliar, termasuk penjualan Essential Utilities senilai US$20 miliar.

Prospek Konsolidasi Masih Kuat

Ketua global departemen korporasi Latham & Watkins, Charles Ruck, menilai meningkatnya jumlah transaksi besar disebabkan oleh fenomena “size creep”. Kenaikan S&P 500 sebesar 16,39% dan Nasdaq 20,36% sepanjang tahun lalu membuat valuasi transaksi semakin mahal.

Ia menegaskan pasar masih sangat kondusif untuk konsolidasi lanjutan. “Pipeline transaksi penuh. Suku bunga mulai turun, kas di neraca perusahaan besar melimpah, pasar IPO belum sekuat harapan, sehingga M&A menjadi jalur utama untuk exit. Ditambah lingkungan regulasi yang relatif bersahabat,” ujarnya.

Selanjutnya: 4 Tipe Wanita yang Paling Rentan Terkena Kista Ovarium, Cek Sekarang Juga!

Menarik Dibaca: 4 Tipe Wanita yang Paling Rentan Terkena Kista Ovarium, Cek Sekarang Juga!


Video Terkait



TERBARU
Kontan Academy
Mastering Management and Strategic Leadership (MiniMBA 2026) Global Finance 2026

[X]
×