Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - Penyesuaian berkala (rebalancing) sejumlah indeks saham utama China diperkirakan akan memicu arus dana pasif dua arah senilai lebih dari US$ 48 miliar, menurut analisis Goldman Sachs.
Perubahan komposisi indeks yang akan berlaku pertengahan Juni ini diperkirakan mendorong pergeseran besar dana investasi yang dikelola secara pasif, seiring masuk dan keluarnya sejumlah saham dari indeks acuan utama di pasar saham China.
Baca Juga: Ekspor Korea Selatan Melonjak ke Level Tertinggi dalam 40 Tahun Berkat Ledakan AI
Dalam laporan yang dirilis Senin (1/6/2026) yang dilansir Reuters, Goldman Sachs menyebut sejumlah emiten teknologi dan semikonduktor berpotensi menjadi penerima arus masuk dana terbesar dari investor pasif.
Rebalancing Berlaku Mulai Pertengahan Juni
Sebelumnya, China Securities Index Co dan Shenzhen Securities Information Co mengumumkan hasil evaluasi semesteran terhadap berbagai indeks utama pada Jumat (29/5).
Penyesuaian akan dilakukan terhadap sejumlah indeks penting, antara lain: CSI 300, CSI 500, CSI 1000, SSE 50, SSE 180, dan STAR 50.
Baca Juga: Aktivitas Manufaktur China Masih Ekspansif pada Mei, Namun Laju Pertumbuhan Melambat
Perubahan komponen indeks tersebut akan efektif setelah penutupan perdagangan pada 12 Juni 2026.
Sementara itu, penyesuaian untuk indeks yang berbasis di Shenzhen, termasuk: Shenzhen Component Index, ChiNext Index, Shenzhen 100, dan IndexChiNext 50 Index akan mulai berlaku pada 15 Juni 2026.
Saham Teknologi dan Chip Diperkirakan Diuntungkan
Goldman Sachs memperkirakan sektor teknologi akan menjadi salah satu penerima manfaat utama dari rebalancing kali ini.
Baca Juga: Harga Rumah Australia Mandek pada Mei, Kenaikan Suku Bunga Mulai Tekan Pasar Properti
Beberapa perusahaan yang diproyeksikan menerima arus masuk dana pasif terbesar antara lain:
- Huagong Tech
- Yuanjie Semiconductor Technology
- Hua Hong Semiconductor
- GigaDevice
- VeriSilicon
- Piotech
- Zhejiang Century Huatong
Kenaikan bobot sektor teknologi informasi, telekomunikasi, dan industri dalam indeks diperkirakan menjadi pendorong utama arus masuk dana tersebut.
Baca Juga: Lowongan Kerja Australia Naik 1,8% pada Mei, Permintaan Tenaga Kerja Masih Tangguh
Sejumlah Saham Berpotensi Tertekan
Sebaliknya, beberapa saham diperkirakan menghadapi arus keluar dana pasif karena dikeluarkan dari indeks tertentu.
Saham-saham yang berpotensi mengalami tekanan tersebut antara lain:
- Beijing-Shanghai High Speed Railway
- Hengtong Optic-Electric
- Shaanxi Coal
- Haier Smart Home
Baca Juga: Harga Minyak Dunia Naik 2% Senin (1/6) Pagi: Brent ke US$ 93,28 & WTI ke US$ 89,73
Selaras dengan Prioritas Strategis China
Menurut China Securities Index Co, perubahan komposisi indeks bertujuan meningkatkan representasi sektor-sektor yang sejalan dengan prioritas pembangunan nasional China.
Fokus utama diarahkan pada industri strategis seperti teknologi, semikonduktor, telekomunikasi, dan manufaktur berteknologi tinggi yang menjadi tulang punggung transformasi ekonomi China dalam beberapa tahun ke depan.













