kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.593.000   1.000   0,04%
  • USD/IDR 17.726   19,00   0,11%
  • IDX 6.502   40,41   0,63%
  • KOMPAS100 858   2,91   0,34%
  • LQ45 652   1,01   0,15%
  • ISSI 226   3,24   1,45%
  • IDX30 361   -0,21   -0,06%
  • IDXHIDIV20 450   -0,32   -0,07%
  • IDX80 98   0,28   0,28%
  • IDXV30 125   0,48   0,39%
  • IDXQ30 116   -0,23   -0,20%

Google timbun uang tunai hingga US$ 177 miliar, kalahkan Apple


Kamis, 01 Agustus 2019 / 20:22 WIB


Reporter: Ferrika Sari | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Perusahaan teknologi raksasa ternyata menimbun cadangan uang tunai dalam jumlah luar biasa. Sebelumnya, Apple Inc menduduki posisi puncak sebagai perusahaan dengan persediaan keuangan terbesar namun kini ditempati oleh Google Inc.

Adanya pergantian kepemimpinan di internal Apple telah mempengaruhi tingkat pencadangan perusahaan sejak enam tahun terakhir pasca mendapatkan tekanan dari aktivis investor Car Icahn yang menjual seluruh saham Apple karena khawatir terhadap pengaruh perang dagang.

Hal ini terlihat dari kepemilikan Apple atas uang tunai dan surat-surat berharga setelah dikurangi utang jatuh di posisi US$ 102 miliar. Padahal perusahaan berbasis di California, Amerika Serikat ini sempat mencatatkan nilai tertinggi US$ 163 miliar pada akhir 2017 lalu.

Baca Juga: Trump kembali peringatkan Google terkait aktivitas bisnisnya di China

Jika Apple Inc menurun tapi Google justru sebaliknya. Pada periode yang sama, cadangan kas dari perusahaan mesin pencari ini mencapai US$ 177 miliar atau meningkat hampir US$ 20 miliar selama periode yang sama.

Naiknya Google ke puncak peringkat likuiditas perusahaan telah menempatkan kekayanaan dan kekuasaan dalam posisi yang sensitif secara politis.

Pemerintah Uni Eropa sempat memberikan denda sebesar € 8,2 miliar terkait persoalan monopoli dalam dua tahun terakhir. Amerika Serikat juga turut mengawasi kerja Google karena diduga merancang agenda politik dalam sistem pencariannya.

Strategi perusahaan untuk menimbun uang dan kemudian membelanjakannya sebagai upaya untuk memasuki pasar baru.

Menurut Manajer Investasi di Allianz Global Investor Walter Price menyebut strategi ini lebih baik ketimbang memberi hadiah kepada pemegang saham dengan pembelian kembali atau dividen, seperti Apple memusuhi sebagian investornya.

Baca Juga: Akuisisi bisnis modem Intel, Apple rogoh kocek US$ 1 miliar

"Saya berharap mereka mengembalikan lebih banyak uang kepada pemegang saham dan mengurangi pemborosan,” kata Price, dilansir dari Financial Times, Rabu (31/7).

Penumpukan uang tunai ini telah terjadi meski dibarengi lonjakan pengeluaran modal perusahaan. Pada 2018 lalu persediaan uang tunai mencapai US$ 25 miliar atau naik dari tahun sebelumnya yaitu US$ 13 miliar.




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×