Reporter: Barratut Taqiyyah Rafie | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie
KONTAN.CO.ID - Lonjakan harga emas dan perak yang terus mencetak rekor telah menarik perhatian pasar global. Namun, Ketua Federal Reserve (The Fed) Jerome Powell menilai reli logam mulia tersebut bukan sesuatu yang perlu dibesar-besarkan.
Mengutip Kitco News, sejumlah analis sebelumnya mengaitkan lonjakan harga emas dan perak dengan meningkatnya kekhawatiran pasar terhadap independensi politik The Fed. Namun, dalam konferensi pers kebijakan moneter, Powell menepis anggapan bahwa bank sentral AS kehilangan kredibilitas.
“Ada yang berpendapat kami kehilangan kredibilitas, tetapi itu tidak benar. Jika melihat ekspektasi inflasi, posisi kredibilitas kami masih sesuai yang dibutuhkan,” kata Powell.
Dia menambahkan, “Kami tidak bereaksi berlebihan terhadap pergerakan harga aset tertentu, meski tentu saja tetap memantaunya.”
Pernyataan itu disampaikan setelah The Fed memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan (federal funds rate) di kisaran 3,50% hingga 3,75% dalam rapat kebijakan moneter pertama tahun ini. Keputusan tersebut sesuai dengan ekspektasi para ekonom.
Berdasarkan CME FedWatch Tool, pasar memperkirakan pemangkasan suku bunga berikutnya baru akan terjadi pada Juni.
Baca Juga: Polisi Vietnam Sita Berton-Ton Kopi Palsu Berbahan Kedelai
Meski Powell cenderung meremehkan reli emas yang bersejarah, pasar emas justru terlihat mengabaikan pernyataannya, karena sikap The Fed dinilai relatif netral.
Powell menyebut bahwa risiko kenaikan inflasi maupun risiko pelemahan pasar tenaga kerja saat ini sama-sama mereda.
“Kami merasa berada pada posisi yang baik untuk mencermati bagaimana perekonomian berkembang,” ujarnya.
Pada saat yang sama, Powell juga tidak sepenuhnya menutup kemungkinan kenaikan suku bunga.
“Bukan skenario dasar kami bahwa langkah berikutnya adalah kenaikan suku bunga, tetapi pada akhirnya kami akan melakukan apa yang kami anggap tepat,” katanya.
Meski sikap The Fed tidak terlalu dovish, harga emas tetap mampu bertahan di level tinggi. Emas spot terakhir diperdagangkan di kisaran US$ 5.387,70 per ons, naik hampir 4% dalam satu hari.
Baca Juga: Citi Perkirakan Aksi AS–Israel ke Iran Terbatas demi Hindari Eskalasi
Walau sikap netral The Fed berpotensi menjadi hambatan bagi emas, banyak analis menilai dampaknya tidak akan terlalu besar.
Dalam wawancara dengan Kitco News, Nitesh Shah, Head of Commodities & Macroeconomic Research di WisdomTree, mengatakan pasar sudah mulai melihat lebih jauh ke depan, terutama setelah Mei, ketika Powell akan digantikan.
“Kemungkinan Powell akan digantikan oleh sosok yang lebih mendukung pemangkasan suku bunga. Inilah yang sedang diperhitungkan pasar emas,” ujarnya.
Powell juga menyinggung risiko geopolitik dengan nada yang relatif tenang. Ia menilai, meski ketidakpastian global masih ada, harga minyak tetap relatif stabil dan ekonomi AS mampu bertahan dari volatilitas perdagangan global.
Tonton: Trump Kirim Armada Raksasa ke Timur Tengah, Iran Siapkan Senjata
Para analis mencatat bahwa ketidakpastian geopolitik menjadi salah satu faktor utama di balik lonjakan harga emas yang telah naik sekitar 24,5% sepanjang bulan ini.











