kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.740.000   15.000   0,55%
  • USD/IDR 17.708   -71,00   -0,40%
  • IDX 6.526   24,10   0,37%
  • KOMPAS100 849   6,96   0,83%
  • LQ45 645   5,86   0,92%
  • ISSI 228   -0,31   -0,14%
  • IDX30 360   3,72   1,04%
  • IDXHIDIV20 437   4,19   0,97%
  • IDX80 97   0,82   0,85%
  • IDXV30 121   0,51   0,43%
  • IDXQ30 114   1,21   1,07%

Imbal Hasil JGB Tenor 5 Tahun Cetak Rekor, Kekhawatiran Utang Bayangi Lelang


Rabu, 14 Januari 2026 / 09:11 WIB
Imbal Hasil JGB Tenor 5 Tahun Cetak Rekor, Kekhawatiran Utang Bayangi Lelang
ILUSTRASI. New-Japan-Yen-s-Bills (Masahiro Sugimoto/The Yomiuri Shimbun via Reuters)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Imbal hasil obligasi pemerintah Jepang (Japanese Government Bonds/JGB) tenor lima tahun melonjak ke rekor tertinggi pada Rabu (14/1/2026), didorong oleh antisipasi lelang obligasi serta meningkatnya kekhawatiran terhadap belanja pemerintah yang dibiayai utang.

Imbal hasil JGB tenor lima tahun naik 1,5 basis poin (bps) ke level 1,615%, tertinggi sepanjang sejarah.

Baca Juga: Bursa Jepang Rabu (14/1): Nikkei Cetak Rekor Tertinggi, Didukung Harapan Stimulus

Sementara itu, imbal hasil JGB acuan tenor 10 tahun meningkat 2 bps menjadi 2,180%, level tertinggi sejak Februari 1999. Perlu dicatat, pergerakan imbal hasil obligasi berlawanan arah dengan harga.

Kementerian Keuangan Jepang dijadwalkan melelang sekitar 2,5 triliun yen obligasi pemerintah tenor lima tahun pada hari ini, yang turut memicu tekanan jual di pasar obligasi.

Aksi jual JGB berlanjut untuk hari kedua berturut-turut seiring ekspektasi bahwa kemungkinan digelarnya pemilu cepat dapat memberikan mandat politik bagi Perdana Menteri Sanae Takaichi untuk mendorong stimulus fiskal yang lebih agresif.

Baca Juga: Sultan Brunei Hassanal Bolkiah Akan Jalani Operasi Penggantian Lutut

Imbal hasil obligasi jangka panjang telah meningkat tajam sejak awal November dan mencetak rekor secara beruntun, seiring kekhawatiran pasar terhadap potensi lonjakan belanja negara di bawah pemerintahan Takaichi.

Tekanan kenaikan juga terlihat pada imbal hasil jangka pendek, setelah Bank of Japan (BoJ) menaikkan suku bunga acuannya bulan lalu dan memberikan sinyal akan melanjutkan pengetatan kebijakan moneter ke depan.


Tag


TERBARU

[X]
×