Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - Impor batubara China pada bulan Desember mencapai level tertinggi sepanjang bulan, terdorong oleh stok musim dingin dan harga domestik yang meningkat, meskipun total impor sepanjang 2025 turun 10% dibanding tahun sebelumnya, menurut data bea cukai yang dirilis Rabu (14/1/2026).
Impor bulan Desember tercatat 58,59 juta ton metrik, menurut General Administration of Customs China.
Baca Juga: Defisit Anggaran Tembus 5%, Prancis Masuk Zona Bahaya pada 2026
“Permintaan impor meningkat signifikan pada November dan Desember karena kenaikan harga batubara termal domestik memperluas peluang arbitrase impor, sehingga membuat impor lebih menarik bagi pembeli di China,” ujar Toby Hassall, analis utama batubara LSEG.
Harga batubara domestik sempat naik ke level tertinggi hampir satu tahun pada akhir November, menurut indeks pemerintah.
Harga kemudian mulai turun awal Desember, tetapi banyak kargo impor untuk bulan Desember sudah dibukukan sebelumnya.
Kenaikan impor bulan Desember ini mencerminkan rebound tajam setelah penurunan pada November akibat kendala pasokan dari eksportir utama seperti Indonesia, Australia, dan Rusia.
Pembeli biasanya menimbun stok menjelang musim dingin terdingin, ketika permintaan untuk pemanas rumah dan industri mendorong konsumsi batubara meningkat.
Baca Juga: CEO Nestlé Minta Maaf atas Penarikan Susu Formula Bayi di Puluhan Negara
Meski begitu, total impor sepanjang tahun 2025 490,27 juta ton tetap lebih rendah dibanding rekor tahun 2024.
Hal ini terjadi karena sebagian besar tahun 2025, harga domestik yang lemah dan pasokan lokal yang melimpah membuat impor batubara menjadi kurang menarik.
“Penurunan impor sepanjang tahun ini mencerminkan konsumsi yang lebih lemah di sektor listrik dan baja, serta sebagian impor digantikan oleh batubara produksi lokal,” tambah Hassall.













