kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.818.000   -42.000   -1,47%
  • USD/IDR 17.141   27,00   0,16%
  • IDX 7.493   34,24   0,46%
  • KOMPAS100 1.036   6,95   0,67%
  • LQ45 746   -0,65   -0,09%
  • ISSI 271   2,08   0,77%
  • IDX30 400   -0,73   -0,18%
  • IDXHIDIV20 486   -4,36   -0,89%
  • IDX80 116   0,49   0,43%
  • IDXV30 135   -0,15   -0,11%
  • IDXQ30 128   -1,20   -0,93%

Indeks Nikkei Jepang Turun 1% Senin (13/4), Sentimen Energi Membayangi


Senin, 13 April 2026 / 10:05 WIB
Indeks Nikkei Jepang Turun 1% Senin (13/4), Sentimen Energi Membayangi
ILUSTRASI. Bursa Asia - Nikkei Jepang (REUTERS/Issei Kato)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Indeks saham Jepang Nikkei 225 melemah 1% pada perdagangan Senin (13/4/2026), seiring meningkatnya kekhawatiran pasar setelah negosiasi damai antara Amerika Serikat dan Iran gagal mencapai kesepakatan.

Melansir Reuters hingga jeda siang, Nikkei tercatat turun 1% ke level 56.357,40, setelah sebelumnya mencatat kenaikan mingguan terbesar dalam lebih dari setahun.

Sementara itu, indeks yang lebih luas, TOPIX, turun 0,5% ke posisi 3.721,78 dalam perdagangan yang cenderung fluktuatif.

Baca Juga: Malaysia Tahan Dua Kapal Tanker, 22 ABK Ditangkap dan Ada WNI

Sentimen negatif dipicu pernyataan Presiden AS Donald Trump yang mengumumkan rencana pemblokadean Selat Hormuz oleh Angkatan Laut AS.

Jalur ini merupakan titik krusial yang menyalurkan sekitar 20% pasokan energi global dan sebelumnya telah terdampak penutupan oleh Iran sejak konflik pecah pada akhir Februari.

Pengumuman tersebut turut mendorong harga minyak melonjak hingga menembus US$100 per barel pada awal perdagangan.

Analis Tokai Tokyo Intelligence Laboratory Shuutaro Yasuda menilai, pasar sebenarnya tidak sepenuhnya terkejut dengan kegagalan negosiasi. Namun, sentimen tersebut tetap menjadi kabar negatif bagi pasar saham.

“Ini jelas bukan kabar baik, sehingga saham turun. Namun, kita juga tidak melihat aksi jual besar-besaran karena sebagian pelaku pasar sudah mengantisipasi situasi ini,” ujarnya.

Baca Juga: Peso Filipina dan Baht Thailand Pimpin Pelemahan Mata Uang Asia terhadap Dolar AS

Dari 33 subsektor di Bursa Efek Tokyo, saham sektor eksplorasi energi justru mencatat kenaikan tertinggi sebesar 3,2%, seiring lonjakan harga minyak. Sebaliknya, sektor utilitas listrik dan gas serta transportasi udara masing-masing turun 1,8%.

Secara keseluruhan, pasar didominasi tekanan jual, dengan 162 saham melemah dibandingkan 62 saham yang menguat di indeks Nikkei. Penurunan dipimpin oleh saham-saham terkait semikonduktor.

Saham Ibiden, perusahaan kemasan chip dan elektronik, mencatat penurunan terdalam di antara saham unggulan dengan koreksi 4,3%. Sementara itu, Tokyo Electron, produsen peralatan semikonduktor, turun 3,7%.

Meski demikian, kinerja keuangan emiten yang solid membantu menahan penurunan lebih dalam.

Kepala strategi T&D Asset Management Hiroshi Namioka mengatakan, faktor fundamental perusahaan masih menjadi perhatian investor.

Baca Juga: Bursa Australia Turun Senin (13/4) Pagi Usai Negosiasi AS-Iran Gagal

Di sisi lain, beberapa saham justru menguat signifikan. Yaskawa Electric, produsen robot industri dan sistem kontrol gerak, naik 5,7%.

Sementara Ryohin Keikaku, operator merek MUJI, sempat naik hingga 4,6% sebelum memangkas penguatan menjadi 1,3%.

“Meski pasar memperhatikan kinerja emiten, pergerakan sektor saat ini sangat dipengaruhi ekspektasi terhadap harga minyak,” kata Namioka.




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×