kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.610.000   7.000   0,27%
  • USD/IDR 18.008   -24,00   -0,13%
  • IDX 6.234   -1,63   -0,03%
  • KOMPAS100 818   1,65   0,20%
  • LQ45 624   2,69   0,43%
  • ISSI 216   0,62   0,29%
  • IDX30 350   0,23   0,07%
  • IDXHIDIV20 430   0,32   0,08%
  • IDX80 94   0,31   0,33%
  • IDXV30 119   1,05   0,89%
  • IDXQ30 112   0,22   0,20%

India Kembali Ancam Tutup Blackberry


Rabu, 11 Agustus 2010 / 15:52 WIB


Reporter: Agung Ardyatmo, Reuters | Editor: Uji Agung Santosa

NEW DELHI. Pemerintah India bakal menutup akses Blackberry di India untuk sementara, jika permintaan India untuk soal isu keamanan data pelanggan tidak dikabulkan oleh operator. Rapat soal isu keamanan ini sendiri tengah berlangsung hari ini (11/8).

Ancaman ini sendiri hanya sehari setelah produsen Blackberry - Reseach In MOtion (RIM) akhirnya menyetujui permintaan pemerintah Arab Saudi untuk memberikan data pelanggan ke otoritas Arab Saudi dengan alasan keamanan.

Kekhawatiran otoritas India sendiri sama dengan yang dikhawatirkan otoritas Arab Saudi. Yaitu kaum militan menggunakan akses email dan pesan di Blackberry yang dapat digunakan untuk mengganggu keamanan dalam negeri India. Padahal, di sisi lain, pemerintah tidak dapat mengakses setiap layanan di Blackberry.

India mulai serius menangani isu ini sejak militan Pakistan menggunakan teknologi ini untuk mengorganisir serangan Mumbai tahun 2008 lalu, yang menewaskan 166 korban jiwa.

Kementerian Dalam Negeri India sendiri bakal memberikan tenggat waktu kepada RIM, agar bersedia memberikan detail kode enkripsi yang bisa digunakan untuk membaca setiap pesan pada layanan Blackberry.

"Rapat kali ini bakal menekankan pada persoalan tenggat waktu kepada RIM terkait isu pembukaan kode enkripsi untuk layanan Blackberry," papar seorang pejabat pemerintan yang enggan disebutkan namanya.




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×