kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.954.000   14.000   0,48%
  • USD/IDR 16.830   2,00   0,01%
  • IDX 8.132   99,86   1,24%
  • KOMPAS100 1.146   13,97   1,23%
  • LQ45 829   8,49   1,03%
  • ISSI 288   4,60   1,62%
  • IDX30 431   4,26   1,00%
  • IDXHIDIV20 519   5,74   1,12%
  • IDX80 128   1,62   1,28%
  • IDXV30 141   1,99   1,43%
  • IDXQ30 140   1,49   1,07%

Inggris–China Buka Babak Baru, Starmer Bertatap Muka dengan Xi Jinping


Kamis, 29 Januari 2026 / 09:30 WIB
Inggris–China Buka Babak Baru, Starmer Bertatap Muka dengan Xi Jinping
ILUSTRASI. Bendera Inggris dan China (Dok/DW.com)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

Menuju Hubungan yang ‘Matang’

Starmer mengadopsi kebijakan keterlibatan baru dengan China setelah hubungan bilateral memburuk di era pemerintahan Konservatif sebelumnya.

Saat itu, London membatasi sebagian investasi China dengan alasan keamanan nasional serta menyoroti pengetatan kebebasan politik di Hong Kong.

Dalam pertemuan dengan delegasi pebisnis beberapa jam setelah tiba di China pada Rabu (28/1), Starmer menyatakan sudah waktunya Inggris membangun hubungan yang “matang” dengan ekonomi terbesar kedua di dunia tersebut.

Ia bahkan menyempatkan diri makan malam di sebuah restoran China terkenal di Beijing yang sebelumnya juga pernah dikunjungi mantan Menteri Keuangan AS Janet Yellen dan berbincang santai soal pelafalan kata terima kasih dalam bahasa Mandarin, “xie xie”, sebagaimana terlihat dalam video yang diunggah di Weibo.

Sebagai contoh kerja sama konkret, kantor Perdana Menteri Inggris menyebut Starmer dan Xi akan mengumumkan kolaborasi untuk memberantas jaringan perdagangan manusia yang menyelundupkan migran ilegal.

Kesepakatan tersebut akan difokuskan pada upaya mengurangi penggunaan mesin buatan China untuk perahu kecil yang digunakan menyeberangkan migran ke Eropa.

Baca Juga: India Pangkas Tarif Mobil Mewah Eropa Jadi 30%, BMW dan Mercedes Diuntungkan

Otoritas Inggris dan China akan berbagi intelijen untuk mengidentifikasi jalur pasokan penyelundup serta bekerja sama dengan produsen China agar bisnis legal tidak disalahgunakan oleh kejahatan terorganisasi.

Starmer menegaskan ia akan tetap mengangkat isu hak asasi manusia dalam pertemuannya dengan Xi, termasuk kasus Jimmy Lai, taipan media Hong Kong berkewarganegaraan Inggris yang divonis bersalah pada Desember lalu atas pelanggaran undang-undang keamanan nasional.

Namun, kehadiran lebih dari 50 pemimpin bisnis yang ikut dalam rombongan Starmer menunjukkan bahwa penguatan hubungan ekonomi menjadi fokus utama kunjungan ini.

“Semua yang Anda lakukan di sini, dan semua yang saya lakukan di sini, bertujuan untuk memberikan manfaat bagi masyarakat di dalam negeri,” ujar Starmer kepada para pelaku usaha.

Selanjutnya: Goldman Sachs Cuts Indonesian Equities Rating after MSCI Flags Investability Risk

Menarik Dibaca: IHSG Masih Rawan Koreksi, Cek Rekomendasi Saham BRI Danareksa Sekuritas Kamis (29/1)




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! When (Not) to Invest

[X]
×