kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.859.000   40.000   1,42%
  • USD/IDR 17.535   104,00   0,60%
  • IDX 6.859   -46,72   -0,68%
  • KOMPAS100 916   0,38   0,04%
  • LQ45 670   1,21   0,18%
  • ISSI 248   -2,34   -0,93%
  • IDX30 377   0,90   0,24%
  • IDXHIDIV20 461   -0,72   -0,16%
  • IDX80 104   0,22   0,22%
  • IDXV30 132   0,58   0,44%
  • IDXQ30 120   -0,91   -0,75%

Ini Bahaya Perang Dagang AS-China yang Mengancam ASEAN


Kamis, 09 Maret 2023 / 13:18 WIB
ILUSTRASI. Kisruh perdagangan antara Amerika Serikat dan China, akan membawa dampak terhadap negara-negara di sekitarnya, termasuk ASEAN. KONTAN/Fransiskus Simbolon/16/05/2019


Reporter: Bidara Pink | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - SINGAPURA. Kisruh perdagangan antara Amerika Serikat dan China, akan membawa dampak terhadap negara-negara di sekitarnya, termasuk negara kawasan ASEAN. 

Peneliti Senior Asia Research Institute yang sekaligus dosen di Universitas Nasional Singapura Kishore Mahbubani mengungkapkan, ada tantangan yang membayangi ASEAN akibat ini. 

"Jangan kira ASEAN tidak akan terkena dampak dari perang dagang keduanya. Perang dagang yang terus berlangsung akan memberi dampak pada ASEAN," ujar Mahbubani dalam acara CGS China-ASEAN Business Leaders Summit, Rabu (8/3) di Singapura. 

Baca Juga: ASEAN Godok Perjanjian Ekonomi Digital Bebas, Dongkrak PDB ASEAN US$ 1.000 T di 2030

Terlebih, baik AS maupun China merupakan mitra dagang besar negara-negara ASEAN. Dengan kondisi ini, Mahbubani pun memerinci risiko yang dihadapi ASEAN dari ketegangan geopolitik AS dan China. 

Pertama, keharmonisan negara-negara ASEAN bisa terganggu. Terlebih, dengan melihat fakta, negara ASEAN terbagi keberpihakannya. 

"Jangan tutup mata, ada negara ASEAN yang condong ke China. Ada juga yang condong ke AS. Nah, ini berpotensi menimbulkan konflik," jelas Mahbubani. 

Kedua, terjadinya proses deglobalisasi. Beberapa tahun terakhir, dunia masuk ke era globalisasi yang membuat negara-negara saling terkait. Dengan konflik geopolitik yang bergulir, maka ASEAN akan menuju ke deglobalisasi. Ini tentu akan membuat ASEAN harus beradaptasi dengan rantai pasok yang ada. 

Baca Juga: ASEAN Optimistis Aktivitas Perdagangan dengan China Kian Meningkat Pasca Covid-19

Ketiga, ada kemungkinan perang di regional ASEAN. Ini juga terkait dengan keberpihakan yang berbeda di masing-masing negara ASEAN. Bila harmoni tak bisa dijaga, maka Mahbubani khawatir perang justru terjadi dalam regional yang digadang bisa menjadi episentrum pertumbuhan ini. 

"Makanya, kita harus benar-benar memperhatikan hal ini. Karena konflik geopolitik AS-China memberi ancaman yang nyata," tandasnya. 




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×