kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.784.000   -30.000   -1,07%
  • USD/IDR 17.344   78,00   0,45%
  • IDX 7.101   28,83   0,41%
  • KOMPAS100 958   2,89   0,30%
  • LQ45 684   1,82   0,27%
  • ISSI 255   0,38   0,15%
  • IDX30 380   1,10   0,29%
  • IDXHIDIV20 465   2,14   0,46%
  • IDX80 107   0,37   0,34%
  • IDXV30 136   1,19   0,88%
  • IDXQ30 121   0,39   0,32%

Ini Dampak Besar Hengkangnya UEA dari OPEC Menurut Goldman Sachs


Kamis, 30 April 2026 / 05:16 WIB
Ini Dampak Besar Hengkangnya UEA dari OPEC Menurut Goldman Sachs
ILUSTRASI. Goldman Sachs pada Rabu (29/4/2026) menyatakan bahwa keputusan Uni Emirat Arab (UEA) untuk keluar dari OPEC menimbulkan risiko kenaikan pasokan minyak yang lebih besar dalam jangka menengah. (REUTERS/Alexander Manzyuk)


Sumber: Reuters | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - Goldman Sachs pada Rabu (29/4/2026) menyatakan bahwa keputusan Uni Emirat Arab (UEA) untuk keluar dari OPEC menimbulkan risiko kenaikan pasokan minyak yang lebih besar dalam jangka menengah, dibandingkan dampaknya dalam jangka pendek.

Reuters melaporkan, UEA menyatakan pada Selasa bahwa mereka akan keluar dari OPEC dan aliansi lebih luas OPEC+ mulai 1 Mei. 

Langkah ini melemahkan kendali kelompok produsen tersebut atas pasokan minyak global, dan pada akhirnya bisa memberi Abu Dhabi ruang lebih besar untuk meningkatkan produksi setelah jalur ekspor dari Teluk kembali dibuka.

Goldman menyebut, keluarnya UEA terjadi setelah bertahun-tahun pembahasan mengenai kuota produksi UEA, serta dipicu oleh konteks geopolitik dan pasar minyak saat ini, termasuk situasi di mana UEA menghadapi serangan signifikan dari Iran, yang juga merupakan anggota OPEC namun dikecualikan dari kuota produksi.

Harga minyak melonjak lebih dari 6% pada Rabu, seiring kebuntuan negosiasi AS-Iran membuat investor khawatir akan gangguan pasokan minyak Timur Tengah yang berkepanjangan.

Baca Juga: Tanpa UEA, OPEC+ Diprediksi Melakukan “Business as Usual” di Tengah Krisis Iran

Goldman menyatakan, penutupan efektif Selat Hormuz saat ini masih membatasi output UEA. Namun, keluarnya UEA dari OPEC menimbulkan risiko kenaikan terhadap skenario dasar Goldman, yang memproyeksikan produksi minyak mentah UEA pulih menjadi 3,8 juta barel per hari pada Oktober 2026, dibandingkan sekitar 3,6 juta barel per hari sebelum perang.

Goldman memperkirakan potensi produksi minyak mentah UEA dapat mencapai sedikit di atas 4,5 juta barel per hari pada Februari 2026.

Bank tersebut juga menyebut skenario dasarnya memperkirakan total kerugian produksi minyak mentah di kawasan Teluk mencapai 1,83 miliar barel hingga Desember 2026, sementara persediaan minyak global perlu kembali diisi setelah Selat Hormuz dibuka kembali.

Tonton: Layanan Bus Khusus Bagi Jamaah Haji Berkebutuhan Khusus

Selain itu, ADNOC selaku perusahaan minyak nasional UEA menargetkan peningkatan kapasitas produksi menjadi 5 juta barel per hari pada 2027, tambah Goldman.




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Capital Structure

[X]
×