kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.713.000   -20.000   -0,73%
  • USD/IDR 17.978   -52,00   -0,29%
  • IDX 5.807   60,82   1,06%
  • KOMPAS100 765   5,37   0,71%
  • LQ45 573   3,49   0,61%
  • ISSI 199   1,75   0,89%
  • IDX30 324   1,68   0,52%
  • IDXHIDIV20 399   0,56   0,14%
  • IDX80 86   0,33   0,38%
  • IDXV30 109   0,36   0,33%
  • IDXQ30 104   -0,22   -0,21%

Ini penyebab lubang ozon raksasa langka tiba-tiba terbentuk di kutub Artik


Kamis, 09 April 2020 / 17:56 WIB
ILUSTRASI. Aurora terlihat di langit di Rovaniemi, Finlandia, 6 Februari 2020.


Reporter: kompas.com | Editor: S.S. Kurniawan

KONTAN.CO.ID - Sebuah lubang langka tiba-tiba terbentuk di lapisan ozon kutub Arktik selama beberapa hari belakangan.

Dari pantauan di luar angkasa dan Bumi, lubang tersebut kini telah mencapai dimensi ukuran yang luar biasa dan tidak pernah terlihat sebelumnya.

Menurut Paul Newman, Kepala Peneliti Ilmu Bumi di Goddard Space Flight Center milik NASA, terbentuknya lubang langka ini akibat suhu dingin yang terus menerus di wilayah kutub dan dinamika ozon yang kelewat tenang.

"Ini adalah peristiwa yang tidak biasa. Selalu ada penipisan ozon di Arktik setiap tahun, tetapi 2020 ini lebih ekstrem dari biasanya," ujar Newman kepada NBC, Rabu (8/4).

Baca Juga: Ada tiga fenomena langit yang akan terjadi pada April 2020, ini daftarnya

Info saja, lapisan ozon melindungi permukaan Bumi dan seluruh isinya dari radiasi ultraviolet matahari yang berbahaya.

Penggunaan bahan kimia buatan manusia yang disebut klorofluorokarbon selama seabad terakhir telah merusak lapisan ozon dan membuatnya menipis atau bahkan berlubang-lubang di berbagai lokasi.

Kondisi ini lantas menjadi semakin buruk ketika suhu yang sangat rendah menyebabkan formasi awan stratosfer di atas Arktik.

Pasalnya, tipe awan ini memberikan permukaan yang cukup tinggi untuk terjadinya reaksi kimiawi yang melepaskan zat-zat penghancur ozon, seperti klorin dan bromin, di atmosfer.

Baca Juga: Supermoon terbesar tahun 2020 muncul di tengah pertarungan dunia terhadap corona




TERBARU

[X]
×