kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.880.000   90.000   3,23%
  • USD/IDR 16.850   -59,00   -0,35%
  • IDX 8.951   -41,17   -0,46%
  • KOMPAS100 1.235   -4,75   -0,38%
  • LQ45 874   -1,52   -0,17%
  • ISSI 329   -0,59   -0,18%
  • IDX30 449   0,67   0,15%
  • IDXHIDIV20 532   3,66   0,69%
  • IDX80 137   -0,49   -0,35%
  • IDXV30 148   1,36   0,93%
  • IDXQ30 144   0,72   0,50%

Investor Besar Eropa Utara Tinjau Ulang Aset AS, Risiko Geopolitik Meningkat


Jumat, 23 Januari 2026 / 20:34 WIB
Investor Besar Eropa Utara Tinjau Ulang Aset AS, Risiko Geopolitik Meningkat
ILUSTRASI. Investor Eropa Utara mulai jual obligasi AS. Ketidakpastian kebijakan & utang AS memicu kekhawatiran serius terhadap dolar & pasar keuangan (Dok./REUTERS)


Sumber: Reuters | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - LONDON. Sejumlah investor besar dari Eropa Utara mulai meningkatkan kewaspadaan terhadap risiko kepemilikan aset Amerika Serikat (AS) di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik dan kekhawatiran terhadap kondisi fiskal Negeri Paman Sam.

Pimpinan dana pensiun dari Finlandia, Swedia, dan Denmark kepada Reuters menyampaikan bahwa ketidakpastian kebijakan luar negeri AS serta tingginya tingkat utang pemerintah di Gedung Putih dinilai berpotensi menekan dolar AS, obligasi pemerintah AS (U.S. Treasuries), dan pasar saham AS.

Kawasan Nordik sendiri merupakan rumah bagi sejumlah dana pensiun terbesar di Eropa dari sisi aset kelolaan.

Pekan ini, dua dana pensiun Nordik yakni Alecta dari Swedia dan AkademikerPension dari Denmark menyatakan telah menjual atau sedang dalam proses menjual kepemilikan obligasi pemerintah AS mereka.

Baca Juga: CEO JPMorgan Kritik Elite Davos, Singgung Kebijakan Trump dan Pentingnya Persatuan

Meski keduanya menegaskan keputusan tersebut tidak terkait peristiwa terkini, ambisi Presiden AS Donald Trump terhadap Greenland kembali memicu spekulasi tentang kemungkinan respons Eropa melalui proteksionisme finansial terhadap kebijakan pemerintahan AS.

Van Luu, Global Head of Solutions Strategy, Fixed Income and Foreign Exchange di Russell Investments, mengatakan pihaknya menerima banyak diskusi dari klien terkait waktu yang tepat untuk mulai mengurangi eksposur ke aset AS.

“Sekitar 50% klien kami mempertimbangkan apakah perlu melakukan sesuatu terkait hal ini,” ujarnya, terutama dari klien Eropa Utara termasuk Skandinavia dan Belanda.

Russell Investments yang berbasis di Seattle memberikan nasihat investasi kepada klien dengan total aset US$ 1,6 triliun dan mengelola langsung sekitar US$ 636 miliar.

Nilai kepemilikan obligasi AS oleh dana pensiun Belanda ABP — yang merupakan dana pensiun terbesar di Eropa — tercatat turun tajam sejak akhir 2024 hingga September tahun lalu, yang kemungkinan dipicu oleh pengurangan kepemilikan.

Perdebatan Publik yang Jarang Terjadi

Perubahan alokasi aset jangka panjang biasanya membutuhkan waktu lama untuk terlihat dampaknya. AS dengan ekonomi kuat dan pasar keuangan yang dalam tetap menjadi daya tarik. Saham-saham AS juga masih diperdagangkan mendekati level tertinggi sepanjang masa.

Namun, ketidakpastian kebijakan AS memberi tekanan pada dolar yang tercatat melemah 10% terhadap mata uang utama tahun lalu di tengah kebijakan tarif dan kebijakan lainnya. Imbal hasil obligasi AS tenor 30 tahun juga berada di kisaran 4,9%, mendekati level saat krisis keuangan global.

Baca Juga: Harga Minyak Dunia Rebound Jumat (23/1), Usai Pernyataan Trump soal Armada ke Iran

Dana pensiun Nordik dinilai lebih vokal dibanding investor lain dalam menyampaikan sikap mereka terhadap aset AS.

Alecta menyebut telah menjual sebagian besar kepemilikan obligasi AS karena risiko terhadap U.S. Treasuries dan dolar meningkat. AkademikerPension menyatakan akan melepas seluruh kepemilikannya pada akhir bulan ini dengan alasan lemahnya kondisi fiskal pemerintah AS.

AkademikerPension menegaskan langkah tersebut bukan pernyataan politik terkait ketegangan Denmark-AS mengenai Greenland.

Sikap terbuka investor dalam membahas eksposur terhadap aset AS ini dinilai tidak lazim, karena investor umumnya menghindari komentar yang dikaitkan dengan isu politik terkini.

“Semua gejolak ini memunculkan pertanyaan tentang seberapa besar eksposur yang seharusnya dimiliki terhadap AS. Inilah yang sedang dinilai secara profesional oleh para anggota kami,” ujar Tom Vile Jensen, Deputy Director Insurance and Pensions Denmark.

Meski demikian, dana pensiun tersebut menegaskan mereka tidak menarik dana dari AS karena alasan politik.

“Tidak ada penggunaan modal sebagai senjata. Itu bukan tugas sektor kami,” tegas Jensen.

AS Masih Layak Diinvestasikan, Tapi Premi Risiko Naik

Annika Ekman, EVP Investments di Ilmarinen Finlandia yang mengelola lebih dari 65 miliar euro, menyatakan AS masih merupakan pasar yang layak diinvestasikan, tetapi premi risiko terus meningkat.

Baca Juga: Trump Sebut Armada AS Bergerak ke Iran: Risiko Perang di Timur Tengah Meningkat?

Sementara itu, Veritas dari Finlandia tetap mengikuti mandat investasinya, namun mengakui ketidakpastian kebijakan AS menjadi risiko bagi dolar.

“Semakin tinggi tingkat ketidakpastian, maka semakin sulit lingkungannya,” kata CIO Veritas, Laura Wickstrom.

Ketidakpastian kebijakan AS juga meningkatkan daya tarik aset lindung nilai seperti emas.

Folksam, salah satu perusahaan asuransi terbesar di Swedia, mengungkapkan telah menjual obligasi AS pada 2024 sebagian untuk mengurangi risiko menjelang pemilu AS.

Meski demikian, CIO AP3 Swedia, Jonas Thulin, mengingatkan agar investor tetap tenang.

“Banyak pembicaraan saat ini, tetapi untuk sementara saya pikir kita perlu tetap berkepala dingin,” ujarnya.

Perkembangan ini menjadi sinyal bahwa sebagian investor institusi Eropa mulai menilai ulang dominasi pasar keuangan AS dalam portofolio jangka panjang mereka, seiring meningkatnya faktor risiko geopolitik dan fiskal.

Selanjutnya: Wacana Bulog di Bawah Presiden Dinilai Punya Efek Ganda Bagi Stabilitas Pangan

Menarik Dibaca: 5 Makanan dan Minuman yang Paling Tidak Baik untuk Kesehatan Otak




TERBARU
Kontan Academy
SPT Tahunan PPh Coretax: Mitigasi, Tips dan Kertas Kerja Investing From Zero

[X]
×