kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.774.000   -25.000   -0,89%
  • USD/IDR 17.847   -12,00   -0,07%
  • IDX 6.195   68,05   1,11%
  • KOMPAS100 824   16,97   2,10%
  • LQ45 619   8,11   1,33%
  • ISSI 215   -1,05   -0,49%
  • IDX30 350   2,03   0,58%
  • IDXHIDIV20 428   1,77   0,41%
  • IDX80 94   1,01   1,10%
  • IDXV30 118   -0,67   -0,56%
  • IDXQ30 112   0,74   0,66%

Israel Lanjutkan Gencatan Senjata, 26 Warga Gaza Tewas dalam Serangan Balasan


Senin, 20 Oktober 2025 / 08:43 WIB
Israel Lanjutkan Gencatan Senjata, 26 Warga Gaza Tewas dalam Serangan Balasan
ILUSTRASI. Palestinians react, as smoke and flames rise while a residential building collapses after an Israeli air strike, in Gaza City, September 7, 2025. REUTERS/Dawoud Abu Alkas


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

Sengketa Soal Jenazah Sandera

Gencatan senjata yang baru ini mulai berlaku pada 10 Oktober, mengakhiri dua tahun perang. Namun, kedua pihak terus saling menuduh melakukan pelanggaran.

Menteri Pertahanan Israel Israel Katz mengatakan garis demarkasi atau “garis kuning” tempat pasukan Israel mundur akan ditandai secara fisik, dan setiap upaya melintas akan direspons dengan tembakan.

Hamas menuduh Israel melakukan serangkaian pelanggaran yang telah menewaskan 46 orang dan menghambat distribusi bantuan ke Gaza.

Pada Sabtu (18/10), Israel mengumumkan perbatasan Rafah antara Gaza dan Mesir akan tetap ditutup sampai Hamas memenuhi kewajiban sesuai perjanjian gencatan senjata.

Salah satu tuntutan Israel adalah agar Hamas menyerahkan seluruh jenazah sandera yang tersisa.

Hamas mengatakan tidak berniat menahan jenazah tersebut, namun beberapa masih terkubur di bawah reruntuhan dan membutuhkan peralatan khusus untuk dievakuasi.

Hingga pekan lalu, Hamas telah membebaskan 20 sandera yang masih hidup dan menyerahkan 12 dari total 28 jenazah tawanan yang meninggal.

Baca Juga: Israel Absen dari Kejuaraan Dunia Senam di Jakarta, Indonesia Tolak Visa Atlet

Bantuan Masih Jauh dari Cukup

Perbatasan Rafah sebagian besar ditutup sejak Mei 2024. Dalam kesepakatan gencatan senjata baru, peningkatan pengiriman bantuan kemanusiaan menjadi salah satu poin utama.

Menurut laporan IPC Global Hunger Monitor, ratusan ribu warga Gaza telah mengalami krisis kelaparan sejak Agustus.

Rafah sebelumnya menjadi jalur utama masuknya bantuan ke Gaza, sementara jalur bantuan alternatif telah meningkat sejak gencatan senjata, meskipun PBB menegaskan jumlahnya masih jauh dari kebutuhan.

Masalah pelucutan senjata Hamas, masa depan pemerintahan Gaza, pembentukan pasukan internasional “stabilisasi”, serta langkah menuju negara Palestina masih menjadi pertanyaan besar dalam proses perdamaian ini.


Tag


TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×