kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.774.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.884   37,00   0,21%
  • IDX 6.195   68,05   1,11%
  • KOMPAS100 824   16,97   2,10%
  • LQ45 619   8,11   1,33%
  • ISSI 215   -1,05   -0,49%
  • IDX30 350   2,03   0,58%
  • IDXHIDIV20 428   1,77   0,41%
  • IDX80 94   1,01   1,10%
  • IDXV30 118   -0,67   -0,56%
  • IDXQ30 112   0,74   0,66%

Jadi bumerang, Thailand cabut larangan unjuk rasa


Kamis, 22 Oktober 2020 / 13:26 WIB
ILUSTRASI. Pada Kamis (22/10/2020), pemerintah Thailand membatalkan dekrit darurat yang bertujuan untuk mengakhiri aksi unjuk rasa. REUTERS/Peeradon Ariyanukooltorn 


Sumber: Reuters | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

Mengutip Reuters, puluhan pengunjuk rasa telah ditangkap. Itu termasuk sejumlah pemimpin aksi protes paling terkenal di Thailand.

Di antara mereka adalah Patsaravalee "Mind" Tanakitvibulpon, yang dibebaskan pada Kamis setelah ditangkap sehari sebelumnya. Patsaravalee, 25 tahun, mengatakan kepada wartawan setelah dibebaskan bahwa pengadilan menganggap tuduhan itu tidak serius dan bahwa dia masih perlu menghadiri kelas dan ujian. Sehingga kebebasannya tidak harus menyerahkan jaminan apa pun.

Baca Juga: Polisi Thailand perintahkan penyelidikan terhadap media karena meliput demonstran

Para pengunjuk rasa mengatakan Prayuth mencurangi pemilihan tahun lalu untuk mempertahankan kekuasaan yang direbutnya dalam kudeta 2014. Prayuth sendiri membantah tudingan itu. 

Istana Thailand memiliki kebijakan untuk tidak memberikan pernyataan kepada media.

Selanjutnya: Thailand krisis, KBRI siap evakuasi WNI




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×