kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.770.000   11.000   0,40%
  • USD/IDR 18.053   -24,00   -0,13%
  • IDX 5.692   -147,63   -2,53%
  • KOMPAS100 754   -18,04   -2,34%
  • LQ45 567   -14,29   -2,46%
  • ISSI 199   -4,04   -1,99%
  • IDX30 321   -7,87   -2,39%
  • IDXHIDIV20 396   -10,45   -2,57%
  • IDX80 85   -1,87   -2,15%
  • IDXV30 108   -3,45   -3,10%
  • IDXQ30 104   -2,46   -2,31%

Jaga Gedung Putih, ribuan tentara Garda Nasional ada di Washington


Jumat, 05 Juni 2020 / 14:58 WIB
ILUSTRASI. Saat matahari terbit, seorang tentara berjaga di Lincoln Memorial, setelah protes atas kematian George Floyd di tahanan polisi Minneapolis, di Washington, AS, 4 Juni 2020. REUTERS/Kevin Lamarque


Sumber: Reuters | Editor: S.S. Kurniawan

KONTAN.CO.ID - WASHINGTON. Ribuan tentara Garda Nasional dan petugas federal dengan pakaian antihuru-hara dan masker mengelilingi Gedung Putih dan Monumen Washington di Ibu Kota Amerika Serikat (AS) pekan ini.

Wali Kota Washington Muriel Bowser pada Kamis (4/6) mengatakan, dia ingin sebagian besar dari tentara Garda Nasional dan petugas federal keluar dari wilayahnya yang berpenduduk 700.000. Tapi, kekuatannya terbatas.

Seperti kota-kota di seluruh negeri, Washington DC diguncang protes terhadap kebrutalan dan rasisme polisi setelah kematian George Floyd, pria kulit hitam Minneapolis, oleh seorang perwira polisi kulit putih.

Baca Juga: AS rusuh, Pentagon kirim 1.600 tentara denga status siaga tinggi ke Washington

Toko-toko dan kantor-kantor di DC dan daerah sekitarnya dilanda vandalisme dan penjarahan setelah demonstrasi damai akhir pekan lalu, mendorong Bowser memberlakukan jam malam pada hari Senin (1/6) dan Selasa (2/6).

Wali Kota Washington mengatakan, dia tidak masalah dengan kehadiran Garda Nasional yang membantu menjaga ketertiban. Tapi, dia sedang memeriksa semua opsi hukum untuk mengurangi pasukan Pemerintahan Donald Trump.

"Kami ingin pasukan keluar dari Ibu Kota, dari Washington, dari DC," kata Bowser saat konferensi pers seperti dikutip Reuters.

Baca Juga: Survei: Mayoritas warga AS dukung aksi demonstrasi, tak setuju dengan respons Trump




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×