kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.606.000   -27.000   -1,03%
  • USD/IDR 17.955   -57,00   -0,32%
  • IDX 6.174   66,15   1,08%
  • KOMPAS100 814   12,73   1,59%
  • LQ45 622   13,36   2,19%
  • ISSI 212   0,98   0,46%
  • IDX30 352   8,14   2,37%
  • IDXHIDIV20 439   10,59   2,47%
  • IDX80 93   1,55   1,69%
  • IDXV30 118   1,05   0,90%
  • IDXQ30 113   2,90   2,63%

Jerman Usulkan Pasukan Uni Eropa Gantikan Misi PBB di Lebanon


Jumat, 17 Juli 2026 / 13:36 WIB
Jerman Usulkan Pasukan Uni Eropa Gantikan Misi PBB di Lebanon
ILUSTRASI. Menara pengawas UNIFIL (Thaier Al-Sudani/REUTERS)


Sumber: Reuters | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - BERLIN. Jerman mengusulkan agar misi penjaga perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Lebanon (UNIFIL) yang akan berakhir pada akhir 2026 digantikan oleh pasukan dengan mandat Uni Eropa (EU).

Usulan ini bertujuan mencegah terjadinya kekosongan keamanan sekaligus menjaga stabilitas di perbatasan Lebanon-Israel.

Menteri Luar Negeri Jerman Johann Wadephul mengatakan Uni Eropa perlu mulai mengkaji kemungkinan membentuk misi baru setelah mandat UNIFIL berakhir pada 31 Desember 2026.

"Kita harus mempertimbangkan di Uni Eropa apakah dapat memastikan tidak terjadi kekosongan keamanan melalui mandat Eropa setelah misi UNIFIL berakhir," ujar Wadephul dalam wawancara dengan RedaktionsNetzwerk Deutschland yang dipublikasikan pada Jumat (17/7/2026).

Baca Juga: IEA Peringatkan Aturan Metana Bisa Membatasi Pilihan Pasokan Minyak Uni Eropa

Parlemen Jerman beberapa pekan lalu telah menyetujui perpanjangan partisipasi negaranya dalam misi UNIFIL untuk terakhir kalinya, seiring berakhirnya mandat operasi tersebut pada penghujung tahun depan. 

Wadephul menilai kondisi politik Lebanon saat ini memberikan harapan baru bagi stabilitas kawasan. Menurutnya, pemerintahan Lebanon yang semakin stabil menjadi salah satu perkembangan paling positif di Timur Tengah.

Usulan Jerman muncul di tengah upaya negara-negara Eropa mempertahankan stabilitas regional setelah meningkatnya ketegangan antara Israel dan kelompok bersenjata Hezbollah di Lebanon.

Pada pekan ini, Lebanon dan Israel juga menggelar putaran keenam perundingan tatap muka di tingkat duta besar yang difasilitasi Amerika Serikat di Kedutaan Besar AS di Roma.

Dialog tersebut merupakan bagian dari upaya meredakan konflik yang kembali memanas sejak perang baru pecah pada 2 Maret lalu antara Israel dan Hezbollah, yang dipicu oleh konflik yang lebih luas di kawasan.

Baca Juga: Defisit Dagang Membengkak, Uni Eropa Pertimbangkan Langkah Keras kepada China

Menurut Wadephul, kehadiran pasukan dengan mandat Uni Eropa dapat menciptakan kondisi yang memungkinkan militer Israel menarik pasukannya tanpa membuka peluang bagi Hezbollah untuk kembali menguasai wilayah perbatasan.

Usulan tersebut mencerminkan upaya Eropa untuk tetap berperan dalam menjaga keamanan kawasan sekaligus menyeimbangkan hubungan diplomatik dengan Israel dan Lebanon.


Video Terkait



TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×